KH Samsudin Jadi Ketua MUI, Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi
kacenews.id-CIREBON-Pemerintah Kota Cirebon menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial kemasyarakatan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon Masa Khidmat 2025–2030 di At-Taqwa Center Kota Cirebon.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan dan rapat kerja MUI Kota Cirebon yang dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat peran ulama di tengah masyarakat.
Ia juga mengucapkan selamat kepada KH Samsudin yang resmi dikukuhkan sebagai Ketua MUI Kota Cirebon beserta jajaran pengurus lainnya.
“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan keluarga besar MUI Kota Cirebon. Selamat kepada Ketua Umum beserta seluruh pengurus yang telah dikukuhkan,” ujar Effendi Edo.
Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup aspek mental, spiritual, dan moral masyarakat. Ia menyebut MUI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keseimbangan tersebut.
Menurutnya, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cirebon yang terus meningkat perlu diimbangi dengan penguatan nilai etika dan moral publik.
“Di sinilah peran MUI menjadi sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah, agar kemajuan intelektual dan ekonomi berjalan seiring dengan kematangan spiritual,” katanya.
Selain itu, Wali Kota juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di Kota Cirebon. Ia menyebut hasil peninjauan di kawasan Sungai Sukalila menunjukkan kondisi sampah yang masih memerlukan penanganan serius.
Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berkaitan dengan kesadaran masyarakat. “Persoalan ini tidak cukup hanya dengan regulasi. Diperlukan pendekatan nilai dan kesadaran bersama,” ujarnya.
Ia berharap MUI dapat berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melalui dakwah di masjid dan lingkungan warga.
“Jika para ulama dan tokoh masyarakat menyampaikan pesan ini, insyaallah kesadaran akan tumbuh lebih cepat,” katanya.
Wali Kota juga mendorong MUI untuk menghasilkan program kerja yang konkret, termasuk penguatan ekonomi umat melalui ekonomi syariah, sertifikasi halal UMKM, serta pengelolaan zakat dan wakaf.
“Kita ingin nilai-nilai agama tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Cirebon, KH Samsudin, menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program kerja yang telah disusun dalam sembilan komisi.
Ia juga menegaskan salah satu program prioritas MUI adalah Pendidikan Kader Ulama (PKU) sebagai upaya menyiapkan generasi penerus ulama.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni dan menghadirkan Islam yang damai dan berkemajuan,” ujarnya.(Cimot)





