Rel Cagar Budaya Dibongkar, Wali Kota Sebut Besi Sudah Lapuk Kropos di Samping Pipa Gas Berbahaya bagi Sekitar Tempat
kacenews.id-CIREBON-Sejarawan, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Anggota DPRD, PT KAI Daop 3 Cirebon, pemerhati kebijakan Kota Cirebon, ormas dan elemen masyarakat lainnya berkumpul untuk membahas terkait polemik pembongkaran rel besi bersejarah di atas Sungai Kalibaru.
Pada pertemuan ini, terungkap bahwa usulan pembongkaran bekas rel kereta api Kalibaru berasal dari Pemerintah Kota Cirebon. Surat ini terbit pada 2 Januari 2026 lalu dengan perihal permohonan pembongkaran rel lama di Jalan Sisingamangaraja yang ditujukan ke pimpinan KAI Daop 3 Cirebon.
Pembongkaran bekas rel kereta api Kalibaru dilakukan sebagai upaya Pemkot Cirebon menata kawasan bantaran Sungai Sukalila. Selain itu, keberadaan rel menimbulkan penyumbatan aliran air dan pendangkalan yang berisiko banjir.
Vice President Daop 3 Cirebon Sigit Winarto membenarkan bahwa pembongkaran dilakukan setelah menerima surat resmi dari Wali Kota Cirebon. Namun demikian, Sigit mengakui adanya kekeliruan dalam penyampaian informasi sebelumnya.
“Pertama, saya secara pribadi dan kelembagaan memohon maaf atas kegaduhan yang sekarang terjadi. Itu semua mungkin karena kekurangtelitian dari kami,” katanya.
Dia memastikan, bahwa material rel tidak hilang dan masih tersimpan. “Intinya secara barang, semua barang ada di gudang kami. Kalau mau rekonstruksi lagi, mungkin butuh teknik tertentu,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, pihaknya tidak berniat merusak benda yang diduga cagar budaya itu. Menurutnya, pihaknya semata-mata mempertimbangkan dampak dari adanya bekas rel yang sudah lapuk tersebut.
“Usianya sudah tua, takutnya rapuh yang berdampak merusak lingkungan di sekitar. Di dekat rel itu juga ada jaringan pipa gas, jika sampai rusak nanti merugikan banyak orang,” kata Edo.
Edo sendiri sudah berkoordinasi dengan PT KAI Daop 3 Cirebon untuk membuat replika yang nanti terpasang di bekas lokasi rel kereta api Kalibaru. Agar masyarakat mengetahui di bantaran Sungai Sukalila terdapat jalur kereta api tua peninggalan Belanda.
Ia menambahkan, sesuai kajian, kekuatan rel besi tersebut tinggal 30 persen. “Jika ambruk nanti bagaimana? Di situ ada pipa gas, dikhawatirkan membahayakan. Potongan rel juga tidak hilang, masih disimpan KAI,” tuturnya.(Fan)





