Ruas Jalan Sindanglaut-Ciawigajah Rusak Parah, Warga Desak Upaya Perbaikan
kacenews.id-CIREBON-Kondisi jalan berlubang dan adanya genangan air sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan mengancam keselamatan pengguna jalan. Sehingga untuk memberikan isyarat atau tanda bagi pengguna jalan, terpaksa dipasang rambu atau tanda darurat lainnya di jalan berlubang.
Tanda darurat di tengah jalan berupa bangku dan kayu pada jalan berlubang, menjadi pemandangan bagi pengguna jalan saat melintasi jalan alternatif di wilayah timur Kabupaten Cirebon, seperti ruas jalan Sindanglaut-Ciawigajah atau tepatnya di sekitar Desa Asem Kecamatan Lemahabang dan ruas jalan Astanajapura-Lemahabang atau tepatnya depan SMAN 1 Astanajapura.
Meski arus mudik masih lama, namun bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar kondisi ini sangat mengganggu aktivitas. Terlebih usai hujan, jalan berlubang mirip kolam sehingga pengendara harus ekstra hati-hati. Bahkan, tidak sedikit yang berjalan zig zag ataupun berlawanan arah, guna menghindari jalan berlubang.
Warga Desa Asem, Reza mengungkapkan, kerusakan jalan ini sudah berlangsung lama dan belum ada penanganan maksimal dari instansi berwenang. Sehingga dengan terpaksa warga memasang bangku dan kayu di jalan berlubang tersebut. “Kasihan pengguna jalan yang belum tahu kondisi, bisa terjadi kecelakaan,” katanya, Jumat (20/2/2026).
Ia menyebutkan, jalan berlubang depan lapangan bola sangat membahayakan pengguna jalan. Khususnya pada malam hari pengendara yang belum tahu kondisi jalan tersebut bisa terjatuh. “Mungkin karena terburu-buru dan hujan, melintas saja jalanan tersebut, hingga terjatuh,” ujarnya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Asem, Arif Rahman menyampaikan, kondisi jalan rusak tersebut sangat berdampak pada aktivitas warga. Sehingga perlu adanya perbaikan segera dari pihak terkait.
“Jalan kabupaten tersebut sempat diperbaiki, namun rusak lagi. Maka bila perlu dilakukan betonisasi, agar lebih awet,” katanya.(Su)





