Pendidikan

Aksi Kocak Pengantar MBG Kenakan Daster Bikin Kaget Heboh Kegirangan Siswa SDN 1 Sangkanerang

kacenews.id-KUNINGAN-Ada pemandangan tak lazim sekaligus mengundang gelak tawa di beberapa sekolah dasar di Kabupaten Kuningan baru-baru ini. Di tengah keseriusan pemerintah menjalankan program Makan Gizi Gratis (MBG), sebuah inovasi kreatif muncul dari para pengantar makanan asal
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Babakanmulya Kecamatan Jalaksana.

Mereka datang ke tiap-tiap sekolah, bukan dengan mengenakan seragam formal seperti
petugas pada umumnya melainkan mengenakan daster khas emak-emak dan riasan wajah
(makeup) super tebal yang mencolok. Kontan saja, aksi kocak tersebut menjadi buah bibir
dan viral di lingkungan pendidikan setempat. Langkah yang awalnya dikira sebagai lelucon
semata, ternyata merupakan strategi jitu untuk mencairkan suasana dan membangun
kedekatan emosional dengan para siswa.

Hasilnya luar biasa karena mampu menciptakan keceriaan dan anak-anak menyambut paket nutrisi dengan antusiasme yang jauh lebih tinggi dari biasanya. Salah satu sekolah yang merasakan langsung dampak positif dari kreativitas tersebut adalah SDN 1 Sangkanerang. Begitu mobil pengantar makanan tiba di gerbang sekolah, sorak-sorai siswa langsung pecah.

Kehadiran petugas yang berdandan ala emak-emak rumahan ini berhasil menghapus kesan kaku dalam distribusi bantuan pemerintah. Kepala SDN 1 Sangkanerang, Lili Rolinah mengaku sangat terkesan dengan pendekatan humanis yang dilakukan oleh tim pengantar dari SPPG Babakanmulya tersebut. Aspek psikologis anak-anak sangat dipengaruhi oleh cara menerima sesuatu.

Suasana hangat ini secara tidak langsung meningkatkan semangat belajar siswa di kelas. Ketika anak-anak merasa bahagia saat waktu makan tiba, energi positif tersebut terbawa hingga sesi pelajaran selanjutnya. Program MBG
sangat penting bagi keberlangsungan pendidikan di sekolahnya. Mayoritas siswa di SDN 1
Sangkanerang berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah. Kehadiran
makanan bergizi dengan menu yang bervariasi setiap harinya menjadi penolong nyata bagi
kebutuhan nutrisi anak didik. "Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi para

pengantar makanan yang tampil sederhana namun sangat menghibur ini. Anak-anak terlihat
jauh lebih senang dan tidak merasa canggung. Mereka seperti merasa sedang disambut oleh
anggota keluarga sendiri di rumah," ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Sementara itu, kualitas rasa dan standar gizi pun tetap menjadi perhatian utama meski
dikemas dengan cara yang lucu. Pihak sekolah memastikan ada jalur komunikasi yang sangat
terbuka. Jika ada menu yang sekiranya kurang sesuai dengan selera anak atau ada hal yang
perlu diperbaiki, akan langsung berkomunikasi pada pihak pengelola dapur.
Cerita unik serupa datang dari SDN 1 Peusing. Salah satu guru setempat, Heni Noviana
menceritakan pengalaman pertamanya saat melihat rombongan pengantar makanan karena
sempat dibuat terheran-heran dengan penampilan petugas yang tidak biasa. Awalnya, saat
mobil pengantar datang, dirinya sempat kaget karena yang keluar dari mobil, malah orang
dengan dandanan mengenakan daster dan bedaknya tebal sekali. Ternyata mereka adalah
tim pengantar MBG sehingga setelah tahu, malah tertawa bersama para siswa. Inovasi kecil
di lapangan seperti ini membuktikan pelayanan publik tidak selamanya harus kaku dan
formal. Kreativitas tim pengantar berhasil mengubah rutinitas distribusi makanan menjadi
sebuah atraksi yang dinanti-nanti oleh penghuni sekolah. "Efeknya sangat terasa pada mood
siswa. Cara penyajian yang unik membuat suasana di sekolah jadi lebih cair. Anak-anak jadi
lebih antusias mengikuti setiap kegiatan di sekolah karena mereka merasa lingkungan
belajarnya menyenangkan," tuturnya.(Ya)

Related Articles

Back to top button