Pengangguran Terbuka Majalengka Turun, Pemda Perketat Rekrutmen dan Berantas Praktik Percaloan
kacenews.id-MAJALENGKA-Pemerintah Kabupaten Majalengka mencatat tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,62 persen, lebih rendah dari rata-rata Provinsi Jawa Barat yang mencapai 6,66 persen. Capaian ini diikuti langkah lanjutan untuk memperluas akses kerja sekaligus menertibkan proses rekrutmen tenaga kerja.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyebut masuknya investasi di sektor industri memberi dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan fasilitas pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
“BLK Cakraningrat yang disediakan Pemda Majalengka ini melatih calon tenaga kerja untuk industri juga bagi mereka yang ingin berwirausaha,” ungkap Eman.
Ia menyampaikan, dalam kurun satu tahun terakhir, penyerapan tenaga kerja di Majalengka mencapai sekitar 12.000 orang, yang mayoritas terserap di sektor industri.
Ke depan, pemerintah daerah mendorong peningkatan kesempatan kerja bagi tenaga kerja laki-laki. Selama ini, penyerapan di sektor industri dinilai masih didominasi tenaga kerja perempuan.
Untuk memastikan proses rekrutmen berjalan transparan, Bupati Eman meminta seluruh perusahaan di Majalengka menggunakan sistem rekrutmen terpadu yang difasilitasi pemerintah daerah. Langkah ini ditujukan untuk menghapus praktik percaloan yang kerap dikeluhkan pencari kerja.
Program Matahati (Masyarakat Cepat Kerja) menjadi salah satu upaya yang dioptimalkan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal. Program tersebut dirancang dengan sistem yang terbuka, akuntabel, dan bebas pungutan liar.
“Pemerintah daerah telah menjalin kolaborasi erat dengan sektor industri di Majalengka. Melalui surat edaran resmi, seluruh perusahaan diminta mengalokasikan kuota rekrutmen secara langsung kepada pemerintah daerah guna memastikan tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama,” ungkap Eman.
Ia menegaskan, pemutusan praktik percaloan menjadi fokus utama pemerintah saat ini.
“Makanya kami meminta perusahaan melakukan rekrutmen terpadu melalui sistem pemerintah,” ungkap Bupati Eman saat menghadiri dimulainya kerja Peningkata Inkflusifitas dan Literasi Keuangan bagi Buruh di BLK Cakraningrat, Kamis (16/4/2026).
Pemerintah daerah, lanjutnya, tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan praktik pungutan liar dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
“Selama dilampirkan bukti yang kuat kita akan menindak tegas pungli atau calo dengan dilampirkan data dan fakta jelas,” tutur Bupati.
Selain mendorong transparansi, program Matahati juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja melalui pelatihan keterampilan dan pembekalan mental, sekaligus membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan tanpa melibatkan pihak ketiga.(Ta)



