Berstatus KLB di Kota Cirebon, Dua Pasien Campak Meninggal Dunia
kacenews.id-CIREBON-Kasus campak di Kota Cirebon hingga pertengahan April 2026 terbilang tinggi. Bahkan, dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) ditemukan dua kasus campak dengan penderita meninggal dunia di rumah sakit rujukan.
Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon mencatat pada 2025, mencapai 238 kasus. Sedangkan pada 2026 hingga Februari, tercatat sebanyak 150 kasus. Hingga April, kasus campak terus berjalan.
“Namun memang untuk Kota Cirebon, itu di tanggal 20 ya, 20 Februari 2026, saya sudah dilakukan kajian epidemiologi dan beberapa tahapan sebelum ditetapkan KLB. Jadi memang kondisinya untuk saat ini, campak di Kota Cirebon masih terus berjalan. Di 2025 ada 238, itu selama satu tahun. Tahun 2026 sampai di minggu ke-13, cut off-nya di 4 April itu 150 kasus. Jadi memang masih tinggi,” ujar Kadinkes Kota Cirebon, dr. Siti Maria Listiawati.
Sementara itu, Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Cirebon yang merupakan rumah sakit rujukan di wilayah 3 Cirebon, dalam 3 bulan di 2026 tercatat sebanyak 50 pasien campak yang masuk ke rawat inap yang sebagian besar merupakan balita.
Dirut RSD Gunung Jati Cirebon, Katibi mengungkapkan, dari IGD relatif lebih besar dibandingkan rawat inap. Dari IGD pada Januari 26, Februari 19, Maret hingga tanggal 31 sekitar 50 yang masuk ke ruang rawat inap.
“Nah, ini tentunya kalau sudah sampai ke rumah sakit rujukan sebesar itu, kemungkinan di puskesmas atau pelayanan tingkat pertamanya banyak, dan mungkin di masyarakat lebih banyak juga.”.
“Oleh karena itu, kami di rumah sakit jadi dalam posisi untuk menerima rujukan, menyiapkan tata laksana memadai baik SDM maupun sarananya baik itu di IDG rawat jalan maupun rawat inap. Di rawat inap, kami menyediakan ruang isolasi di tiap-tiap gedung supaya penularan intra rumah sakit itu menjadi minimal,” ungkapnya.
Sementara itu, dokter spesialis anak RSD Gunung Jati, dr. Suci Saptyuni menjelaskan, beberapa bulan ini ada empat pasien dari Kabupaten dan Kota Cirebon. Untuk yang meninggal ada dua orang, satu dari Kabupaten, dan satu dari Kota Cirebon.
“Tapi, memang yang meninggal ini, ada kondisi yang berbeda dengan anak sehat yang lainnya, yang satu memang gizinya gizi buruk, yang satu memang ada kelainan jantung bawaan. Jadi, memang ada faktor pemberat yang lainnya, dan memang tidak diimunisasi, imunisasinya kurang lengkap,” pungkasnya.
Pihak pemerintah Kota Cirebon melalui Dinkes terus berupaya untuk menekan angka campak tersebut dengan berbagai upaya termasuk sosialisasi kepada masyarakat dan lain sebagainya.(Jak)





