Kabupaten Kuningan Surplus Beras 120 Ribu Ton Lebih
kacenews.id-KUNINGAN–Kabupaten Kuningan mencatat surplus beras lebih dari 120 ribu ton per tahun pada 2025, menandakan kondisi ketahanan pangan daerah berada dalam kategori kuat.
Capaian tersebut diperoleh dari selisih produksi gabah kering giling (GKG) dengan kebutuhan konsumsi masyarakat, ditopang luas baku sawah sekitar 26 ribu hektare serta intensitas tanam yang tinggi.
“Berdasarkan perhitungan dari luas baku sawah sekitar 26 ribu hektare, indeks pertanaman di Kuningan mencapai 2,5 kali tanam dalam setahun. Artinya, sebagian besar lahan bisa ditanami hingga dua sampai tiga kali, bahkan ada yang empat kali panen,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, dalam program Dialog Jabar hasil kolaborasi TVRI Jawa Barat dan Diskominfo Kuningan di Command Centre, Sabtu (11/4/2026).
Dalam forum tersebut, Wahyu didampingi jajaran kepala bidang memaparkan strategi penguatan sektor pangan kepada publik. Ia menyebut, meski capaian tergolong baik, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti alih fungsi lahan pertanian, pertumbuhan penduduk, rendahnya minat generasi muda di sektor pertanian, serta dampak perubahan iklim yang memicu ketidakpastian musim.
Untuk mengatasi hal itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan menjalankan berbagai langkah, di antaranya peningkatan indeks pertanaman melalui pembangunan infrastruktur irigasi, penggunaan benih bersertifikat berumur genjah, serta pemanfaatan mekanisasi pertanian. Selain itu, diterapkan inovasi semai culik guna mempercepat masa tanam pascapanen.
“Dalam upaya meningkatkan produktivitas, Diskatan juga melakukan demonstrasi plot (demplot) dengan penerapan teknik budidaya modern dan penggunaan pupuk organik cair. Hasilnya, produktivitas padi yang semula rata-rata sekitar 6 ton per hektare dapat meningkat hingga 9 ton, bahkan mencapai 12 ton di beberapa lokasi,” tutur Wahyu.
Ia juga menyoroti program unggulan “Bernas” (Benih untuk Rakyat) yang digagas Pemkab Kuningan untuk mendukung kebutuhan petani. Program ini telah menjangkau sekitar 20 ribu hektare lahan dari total 26 ribu hektare sawah, dengan target seluruh petani memperoleh bantuan benih setidaknya satu kali.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui kelompok tani dan diawasi penyuluh lapangan agar tepat sasaran. Selain benih, dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) turut mempercepat proses tanam dan panen. Sepanjang 2025, bantuan alsintan dari pemerintah pusat mencapai hampir Rp 10 miliar, meliputi combine harvester, traktor, pompa air, hingga peralatan panen lainnya.
“Selan itu, pemanfaatan alsintan ini berdampak signifikan terhadap efisiensi biaya, percepatan tanam, serta mengurangi kehilangan hasil panen. Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berkomitmen mendorong kemandirian dan kedaulatan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah berbagai tantangan yang ada,” pungkas Wahyu.(Sul)



