IPMK-YK Beri Pendampingan Pelajar Kuningan Kuliah di Yogyakarta
kacenews.id-KUNINGAN-Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kuningan Yogyakarta (IPMK-YK) siap menggelar kegiatan Obrolan Mahasiswa Jogja–Kuningan (OMJOK) sebagai wadah informasi dan pendampingan bagi siswa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Kuningan yang berencana melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian mahasiswa asal Kuningan yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta untuk berbagi pengalaman, motivasi, serta informasi seputar dunia perkuliahan. Melalui OMJOK, para siswa diharapkan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kehidupan kampus, jalur masuk perguruan tinggi, serta pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Selain sebagai sarana edukasi, OMJOK juga dirancang sebagai ruang silaturahmi dan berbagi antara IPMK-YK dengan calon mahasiswa asal Kuningan, sehingga terjalin komunikasi yang lebih dekat dan berkelanjutan.
Perwakilan IPMK-YK, Muhammad Hediana Yusuf, bersama dua rekannya Muhammad Hafidz Al-Ghifari dan Lutfi Regafarhan, menyampaikan pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkualitas.
“Pendidikan adalah hal penting dalam membentuk manusia yang cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi untuk lingkungannya. Seperti yang dikatakan Ki Hadjar Dewantara, pendidikan tidak hanya membuat seseorang pandai, tetapi juga membentuk budi pekerti dan kepribadian agar bisa hidup selaras dengan masyarakat dan alam sekitarnya,” kata Muhammad Hediana Yusuf saat berkunjung ke Kuningan, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, tidak semua pelajar di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), setiap tahun terdapat sekitar 3,6 juta lulusan SMA/SMK/MA, namun hanya sekitar 1,3 juta yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan masih banyak anak muda yang belum mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Faktor keterbatasan informasi, kurangnya dorongan, serta minimnya bimbingan terkait dunia perkuliahan menjadi beberapa penyebab yang juga dirasakan oleh pelajar di Kabupaten Kuningan.
Di sisi lain, Indonesia saat ini tengah memasuki masa bonus demografi, yakni periode ketika jumlah penduduk usia muda dan produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Situasi ini dinilai sebagai peluang besar apabila generasi mudanya memiliki pendidikan dan keterampilan yang memadai. Namun, tanpa persiapan yang baik, bonus demografi justru dapat menjadi tantangan serius bagi bangsa.
Dengan mengusung tema “Menyulam Asa, Merangkai Cita”, OMJOK 2026 diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar serta kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi masa depan generasi muda Kuningan.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa memberi motivasi dan membuka pandangan baru bagi pelajar Kuningan untuk terus berjuang, belajar, dan menjadi generasi yang siap membangun daerah serta negara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait keberadan perguruan tinggi di Yogyakarta,” tutur Al-Ghifari, mahasiswa UNJ, dan Lutfi, mahasiswa UIN, yang diamini Hediana, mahasiswa ISI Yogyakarta.(Sul)



