Asep Sholeh Pimpin DPD PAN Kabupaten Cirebon
kacenews.id-CIREBON- Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Cirebon memulai babak baru dengan menunjuk Asep Sholeh Fakhrul Insan sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Penunjukan yang dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan ini menandai upaya serius PAN membangun kekuatan politik dari luar parlemen, setelah lama tanpa wakil di DPRD Kabupaten Cirebon.
Berbeda dari pola kepemimpinan partai yang lazim diisi politisi legislatif, Asep Sholeh datang dengan latar belakang dunia usaha dan organisasi. Ia dikenal sebagai Ketua APINDO Kabupaten Cirebon, yang selama ini aktif bersentuhan langsung dengan persoalan ketenagakerjaan, UMKM, dan iklim investasi daerah.
Menurut Asep, pengalaman tersebut justru menjadi bekal penting untuk membawa wajah baru PAN di Cirebon.
“Selama ini saya terbiasa berhadapan dengan masalah nyata masyarakat dan dunia usaha. Dari situ saya belajar bahwa politik seharusnya hadir memberi solusi, bukan sekadar wacana,” katanya, Senin (29/12/2025).
Ia mengakui kondisi PAN Kabupaten Cirebon yang belum memiliki kursi di DPRD bukan perkara ringan. Namun, ia menilai situasi tersebut sebagai ruang untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh tanpa beban kepentingan kekuasaan.
“Tidak punya kursi dewan memang berat, tapi ini juga kesempatan membangun partai secara lebih jujur, dari bawah, dan benar-benar dekat dengan rakyat,” katanya.
Di bawah kepemimpinannya, PAN Kabupaten Cirebon akan difokuskan pada konsolidasi struktur hingga tingkat akar rumput, penguatan kader, serta penyusunan strategi politik yang realistis dan terukur.
Asep tidak muluk-muluk dalam memasang target awal. Ia menyebut keberhasilan PAN merebut kursi di minimal empat daerah pemilihan (dapil) sebagai langkah penting untuk mengakhiri masa tanpa representasi di DPRD.
“Target ideal tentu seluruh dapil terisi. Tapi untuk tahap awal, empat dapil sudah menjadi simbol kebangkitan atau ‘pecah telur’ bagi PAN Kabupaten Cirebon,” ucapnya.
Dalam menjalankan roda organisasi, Asep didampingi Hendrik sebagai sekretaris DPD. Hendrik memiliki latar belakang beragam, mulai dari pengusaha, petani mangga gincu, hingga mantan sekretaris desa. Kombinasi ini dinilai mampu memperkuat komunikasi partai dengan masyarakat desa dan pelaku ekonomi lokal.
Sementara itu, posisi bendahara diemban Anta, pengusaha bidang kelistrikan yang juga berpengalaman di pemerintahan desa. Asep menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang rapi dan transparan sebagai fondasi kebangkitan partai.
“PAN harus dikelola secara profesional dan akuntabel. Kepercayaan publik hanya bisa dibangun jika partai tertib dan bersih,” katanya.(Is)





