SD di Majalengka Terapkan Ujian Digital
kacenews.id-MAJALENGKA-Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka mulai menerapkan penilaian sumatif berbasis digital di seluruh sekolah dasar. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya efisiensi anggaran sekaligus mendorong digitalisasi dalam proses pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Rd Umar Maruf, mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya digitalisasi pendidikan.
“Salah satu wujud komitmen tersebut adalah pengiriman perangkat Interaktif Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah untuk mendukung proses pembelajaran dan penilaian,” ujar Umar.
Pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) di Majalengka yang dimulai sejak Senin (6/4/2026) dibedakan berdasarkan jenjang kelas. Untuk siswa kelas I hingga kelas III, penilaian menggunakan Interaktif Flat Panel (IFP), di mana soal ditampilkan melalui layar di depan kelas dan dipandu oleh guru, sementara siswa menjawab pada lembar jawaban yang disediakan.
Sementara itu, siswa kelas IV hingga kelas VI melaksanakan penilaian secara digital menggunakan telepon genggam. Berbagai aplikasi digunakan, di antaranya Google Form, Moodle, Web CBT, dan Web DAAI Score yang telah disiapkan oleh sekolah.
“Sistem ini tidak hanya mendukung arah kebijakan nasional, tetapi juga meningkatkan efisiensi anggaran pendidikan. Biaya operasional seperti pencetakan soal dapat ditekan, sehingga dana BOS bisa dialihkan ke kebutuhan lain yang lebih produktif,” kata Umar.
Ia menambahkan, penggunaan Interaktif Flat Panel untuk kelas bawah merupakan bagian dari optimalisasi bantuan pemerintah pusat agar proses pembelajaran dan penilaian lebih interaktif.
Untuk memastikan seluruh siswa dapat mengikuti penilaian tanpa kendala, sekolah juga menyiapkan fasilitas pendukung, seperti peminjaman telepon genggam dan penyediaan jaringan internet.
Ketua Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Majalengka, Ading, menyebutkan bahwa penerapan IFP merupakan bagian dari implementasi digitalisasi pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Menurutnya, skema tersebut tidak hanya mendukung efisiensi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran digital yang terstruktur sejak dini tanpa membebani orang tua, karena seluruh fasilitas telah disiapkan oleh sekolah.(Ta)





