CirebonRaya

Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Masyarakat Kanci Tanam Pohon Pisang di Jalan Berlubang

Warga Astanajapura menanam pohon pisang di jalan berlubang sebagai bentuk protes terhadap jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Aksi dilakukan karena kondisi jalan sangat membahayakan dan telah menyebabkan kecelakaan.

Warga memasang tulisan “dikontrakkan” sebagai sindiran kepada pemerintah daerah. Secara gotong royong, warga menambal lubang dengan tanah urug untuk mengurangi risiko kecelakaan. Aksi diharapkan viral agar pemerintah segera memperbaiki jalan (No Viral, No Action).

kacenews.id-CIREBON-Masyarakat Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon melakukan aksi tanam pisang di ruas jalan kabupaten yang rusak parah tepatnya depan SMA Negeri 1 Astanajapura.

Kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama membuat warga geram. Aksi yang didominasi para pemuda ini, sebagai bentuk kekesalan terhadap pemerintah daerah yang tak kunjung memperbaiki jalan berlubang hingga membahayakan pengguna jalan.

Puluhan batang pisang dipasang di jalan berlubang. Dan yang unik, terdapat tulisan ‘dikontrakkan’ pada ruas jalan yang berlubang tersebut. Usai memasang batang pohon pisang dan tulisan ‘dikontrakkan’ masyarakat gotong royong menambal jalan tersebut dengan menggunakan tanah seadanya.

Secara gotong royong, sekitar dua gerobak tanah urug, jalan berlubang padatkan. Meski kurang maksimal, namun sangat membantu pengguna jalan minimalisir kecelakaan.

Aksi tersebut, membuat arus lalulintas tersendat, namun mendapatkan pujian dari pengguna jalan agar cepat diperbaiki dengan aksi viral tersebut.

Menurut tokoh masyarakat Kecamatan Astanajapura, Kenil, kerusakan jalan yang sangat parah berdampak pada rawan kecelakaan, sehingga warga secara spontan melakukan aksi tanam batang pohon pisang.

“Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan pada pemerintah yang seakan tutup mata dengan kondisi jalan berlubang di wilayah ini,” katanya, Sabtu (28/2/2026).

Kenil menceritakan, kondisi jalan berlubang sangat membahayakan pengguna jalan, sehingga harus segera diperbaiki pihak terkait.

“Tentunya kami sangat mengharapkan perbaikan jalan rusak ini segera mungkin. Mengingat, tidak sedikit pengendara motor yang terjatuh dan terpaksa berlawanan arah guna menghindari jalan berlubang,” cerita aktivis Cirebon Timur ini.

Senada dikatakan aktivis Cirebon Timur, Kiki. Dirinya sangat menyayangkan seakan sikap tak peduli dari pemerintah pada kerusakan jalan.

“Jalan ini sudah lama rusak parah, tapi belum ada perbaikan. Maka dengan adanya aksi ini, diharapkan dapat segera diperbaiki,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kiki, ada istilah ‘No Viral, No Action’ maka dengan viral di media sosial akan lebih mendapatkan perhatian dari pihak terkait.

“Semakin lama, lubang membesar dan sangat membahayakan pengguna jalan. Sehingga, aksi tanam pohon pisang ini seharusnya menjadi cambuk bagi pemerintah agar lebih peduli pada kondisi jalan,” ujarnya.

Dirinya mengharapkan, pemerintah lebih memperhatikan kondisi jalan agar layak dilalui, supaya ekonomi berjalan lancar dan mencegah kecelakaan. “Apakah harus viral dan korban jiwa, kemudian ada perbaikan jalan,” tanya Kiki.(Pra)

Related Articles

Back to top button