Ayumajakuning

Pemkab Kuningan Siapkan Lompatan Pembangunan: Kesehjateraan Meningkat dan Angka Kemiskinan Menurun

kacenews.id-KUNINGAN-Pemerintah Kabupaten (Pemakab) Kuningan resmi memulai tahapan perencanaan pembangunan daerah tahun 2027 melalui Kick Off Meeting Perencanaan Pembangunan Tahun 2027 yang digelar di Aula Setda Kuningan, Kompleks KIC, Jalan Ir. Soekarno, Rabu (24/12/2025).
Kick off meeting ini menjadi forum awal penyamaan persepsi dan penentuan arah kebijakan pembangunan daerah, dengan berlandaskan pada capaian indikator makro Kabupaten Kuningan hingga akhir tahun 2025 yang menunjukkan tren peningkatan signifikan, khususnya di sektor ekonomi.
Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi daerah terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, pertumbuhan ekonomi Kuningan tercatat sebesar 5,25 persen, meningkat menjadi 5,61 persen pada 2024, dan melonjak hingga 10,41 persen pada Kuartal II tahun 2025.
“Misalnya, pada 2023 tumbuh sebesar 5,25 persen, meningkat menjadi 5,61 persen pada tahun 2024, dan mengalami lonjakan hingga mencapai 10,41 persen pada kuartal II tahun 2025. Capaian ini menjadikan Kuningan sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Barat pada kuartal II tahun 2025. Lonjakan ini menunjukkan bahwa mesin ekonomi Kuningan bergerak semakin kuat, mulai dari UMKM, investasi, sektor pertanian, perdagangan, hingga industri kreatif. Ini adalah sinyal bahwa kerja kita memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Bupati H. Dian.
Selain pertumbuhan ekonomi, Bupati Dian menyampaikan indikator kesejahteraan sosial juga mengalami perbaikan. Dalam tiga tahun terakhir, angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan berhasil ditekan secara konsisten.
“Dalam tiga tahun terakhir, angka kemiskinan berhasil kita turunkan secara konsisten. Dari 12,12 persen pada tahun 2023, menjadi 11,88 persen di tahun 2024, dan turun signifikan menjadi 10,74 persen pada tahun 2025,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menunjukkan tren penurunan. Pada 2023, TPT berada di angka 9,49 persen, kemudian turun menjadi 7,78 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 7,59 persen pada 2025.
“Alhadulillah, tingkat pengangguran juga mengalami penurunan yang sangat menggembirakan. Pada tahun 2023, berada di angka 9,49 persen, kemudian turun tajam menjadi 7,78 persen di 2024, dan kembali membaik menjadi 7,59 persen di tahun 2025. Hal ini menandakan bahwa peluang kerja semakin terbuka, usaha ekonomi semakin hidup, dan masyarakat semakin produktif. Ini adalah buah dari berbagai program penciptaan lapangan kerja yang kita dorong bersama,” ujar H. Dian.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kuningan juga terus mengalami peningkatan, dari 70,99 pada 2023 menjadi 71,56 pada 2024, hingga mencapai 72,31 pada tahun 2025.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Kuningan masuk kategori tinggi dalam ukuran kualitas hidup dan pembangunan manusia. Kenaikan ini juga menunjukkan bahwa upaya kita melalui sinergi pembangunan telah menyentuh jantung persoalan, pendidikan membaik, kesehatan meningkat, dan kesejahteraan masyarakat naik,” kata Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian menegaskan Kick Off Meeting Perencanaan menjadi momentum untuk menyatukan visi pembangunan daerah ke depan.
“Momentum Kick Off Meeting Perencanaan adalah komitmen kolektif untuk menyatukan visi menuju Kuningan MELESAT sehingga tahun 2027 harus menjadi jembatan konkret yang menghubungkan harapan masyarakat dengan program kerja yang nyata dan terukur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kuningan, Purwadi Hasan Darsono, menjelaskan Kick Off Meeting Perencanaan Pembangunan Tahun 2027 bertujuan untuk menyamakan persepsi dan arah kebijakan pembangunan antar seluruh perangkat daerah.
“Kegiatan kick off meeting perencanaan pembangunan tahun 2027 ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan arah kebijakan pembangunan antar seluruh perangkat daerah di Kabupaten Kuningan, mengidentifikasi dan menganalisis isu-isu strategis yang akan menjadi dasar perumusan prioritas pembangunan 2027, serta mendorong inovasi pembangunan agar kebijakan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Purwadi.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah menetapkan fokus utama pembangunan Tahun 2027 pada pembangunan manusia dengan tema “SDM Unggul untuk Masa Depan yang Kompetitif”, sejalan dengan visi pembangunan Kuningan MELESAT (maju, empowering, lestari, agamis, dan tangguh).
“Melalui forum ini diharapkan muncul berbagai gagasan dan masukan konstruktif untuk memperkuat kualitas perencanaan tahun 2027. Momentum kegiatan tersebut, seluruh perangkat daerah diharapkan dapat melakukan review capaian pembangunan tahun-tahun sebelumnya, mengidentifikasi persoalan aktual, serta menyiapkan langkah strategis berbasis data dan analisis yang komprehensif. Hal ini menjadi penting agar dokumen RKPD 2027 tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi sungguh-sungguh menjadi dokumen yang menggerakkan perubahan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kab Kuningan,” kata Purwadi.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Dalnev, dan Litbang Bappeda Kabupaten Kuningan, Budi Nugraha Abadi, menyampaikan kegiatan tersebut diikuti seluruh unsur pemerintah daerah dan menghadirkan narasumber yang memberikan perspektif arah pembangunan daerah dan Provinsi Jawa Barat Tahun 2027.
Kick off meeting tersebut dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, SH, MKn, Sekretaris Daerah U. Kusmana, para staf ahli, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Kuningan, serta undangan lainnya.(Ya/Sul)

Related Articles

Back to top button