Ekonomi & Bisnis

Tekan Harga Sembako, Pemkab Kuningan Luncurkan GPM Spesial Ramadan 2026

kacenews.id-KUNINGAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan meluncurkan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan 2026 untuk menahan lonjakan harga sembako saat Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Program intervensi pasar ini dijadwalkan berlangsung dari 23 Februari hingga 11 Maret 2026 di 15 kecamatan secara bergilir.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan), program tersebut disiapkan sebagai langkah menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan kebutuhan pokok selama Ramadan.
Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar menegaskan, GPM digelar agar masyarakat dapat menjalani Ramadan tanpa terbebani harga pangan yang meningkat.
“Langkah GPM ini untuk memastikan setiap rumah tangga di Kabupaten Kuningan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani harga pangan yang melambung tinggi,” ujar Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar.
Ia menjelaskan, kebijakan stabilisasi pangan tersebut juga mengusung semangat “DIRAHMATI” (Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi) sebagai simbol upaya pemerintah daerah menjaga pasokan dan kestabilan harga bahan pokok. Pemerintah menilai, kestabilan pangan berpengaruh langsung terhadap kondisi sosial dan ketenangan masyarakat selama menjalankan ibadah.
Program GPM dilaksanakan menggunakan skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), dimana biaya transportasi dan logistik dari produsen ke lokasi kegiatan disubsidi pemerintah. Dengan skema ini, harga komoditas yang dijual kepada masyarakat dapat berada di bawah harga pasar, sekaligus tetap menjaga keberlangsungan usaha pelaku pangan dan petani lokal.
Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah mengatakan, komoditas yang disediakan merupakan kebutuhan utama masyarakat selama Ramadan. Mulai dari beras medium dan premium, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam, hingga daging sapi. Selain itu, tersedia pula cabai, bawang, serta sayuran segar dengan harga kompetitif.
Pelaksanaan GPM berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB. Kegiatan diawali Senin, 23 Februari 2026 di Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, kemudian berlanjut ke Desa Haurkuning (Nusaherang) pada 24 Februari, Desa Kasturi (Kuningan) pada 25 Februari, serta Desa Babakanreuma (Sindangagung) pada 26 Februari.
Selanjutnya, kegiatan digelar di Desa Panawuan (Cigandamekar) pada 27 Februari, Desa Singkup (Japara) pada 28 Februari, Desa Ragawacana (Kramatmulya) pada 2 Maret, Desa Pangkalan (Ciawigebang) pada 3 Maret, Desa Susukan (Cipicung) pada 4 Maret, dan Desa Cipancur (Kalimanggis) pada 5 Maret.
Rangkaian berlanjut di Desa Sindang (Lebakwangi) pada 6 Maret, Desa Parakan (Maleber) pada 7 Maret, Desa Cileuya (Cimahi) pada 9 Maret, Desa Citiusari (Garawangi) pada 10 Maret, dan ditutup pada 11 Maret 2026 di Desa Sembawa, Kecamatan Jalaksana.
Wahyu menambahkan, program ini juga sejalan dengan arah pembangunan daerah. “GPM ini bagian dari Visi Kuningan Melesat (Maju, Empowering, Lestari, Agamis dan Tangguh) karena dengan terjaganya inflasi dan kuatnya daya beli, maka kondisi masyarakat yang sejahtera dan tangguh secara ekonomi dapat diwujudkan,” tuturnya.(Ya)

Related Articles

Back to top button