Dukung Penataan Kawasan Calon Malioboro Jabar, Satpol PP Kabupaten Cirebon Ingatkan PKL Patuhi Aturan
kacenews.id-CIREBON- Wilayah Pantura Cirebon digadang-gadang akan dijadikan Malioboronya Jawa Barat (Jabar). Hal itu disampaikan langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat kegiatan Musrenbang Tingkat Provinsi Jabar di Bandung beberapa waktu lalu.
Namun, keinginan tersebut bisa gagal, jika sejumlah pedagang kaki lima (PKL) tidak bisa mendukung program tersebut. Pasalnya sebagian trotoar kini terdapat para PKL.
Menanggapi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cirebon meminta para PKL mematuhi ketentuan yang berlaku demi mendukung penataan kawasan Pantura yang digagas menjadi “Malioboro Jawa Barat”.
Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon, Imam Ustadi, mengemukakan pemerintah daerah telah memberikan ruang usaha yang baik bagi para pedagang. Karena itu, PKL diminta ikut menjaga ketertiban dan keindahan kawasan.
“Diharapkan rekan-rekan PKL mematuhi ketentuan. Kami sebagai perangkat daerah sudah memberikan ruang yang baik buat mereka,” katanya, Senin (20//4/2026).
Menurutnya, penataan dilakukan agar tata kelola kawasan usaha menjadi lebih baik dan sejalan dengan peraturan daerah maupun peraturan bupati yang berlaku.
“Harapannya, apa yang menjadi program Pak KDM ini bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, penataan kawasan yang disebut sebagai Malioboro Pantura sejatinya telah berproses sejak sebelumnya. Pemerintah ingin mendorong para pelaku usaha lokal dan PKL tumbuh serta berkembang secara tertib.
“Bagaimana rekan-rekan PKL ini berkembang, tapi mereka juga harus mematuhi aturan,” ujarnya.
Satpol PP juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, keindahan, serta ketertiban dan keamanan (K3). Selain itu, ruang-ruang publik tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi.
Sementara itu, untuk penindakan terhadap PKL yang melanggar, Imam menegaskan pihaknya bekerja secara tim bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Menurutnya, jika pelanggaran menyangkut marka jalan, bahu jalan, atau trotoar, maka dinas pengampu akan memberikan teguran terlebih dahulu. Kemudian jika masih membandel, Satpol PP baru akan turun tangan.
“Kita tata bersama calon Malioboronya Jawa Barat,” ucapnya.(Junaedi)





