Kertajati Jadi Opsi Pengalihan, Aktivitas Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Padat
kacenews.id-MAJALENGKA-Kepadatan aktivitas di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta membuka peluang bagi optimalisasi operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Opsi pengalihan sebagian penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Kertajati kini mulai dibahas di tingkat nasional sebagai bagian dari upaya revitalisasi bandara tersebut.
Pembahasan itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar Kedeputian Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) RI di Majalengka, Selasa (7/4/2026).
Rapat tersebut dihadiri Direktur Utama PT BIJB, perwakilan kementerian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta pemangku kepentingan lainnya. Seluruh masukan yang dihimpun akan dianalisis untuk dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan tingkat nasional yang selanjutnya dilaporkan kepada Presiden.
Deputi Geoekonomi DPN RI, Yayat Ruyat, menjelaskan kunjungan kerjanya ke Subang dan Majalengka difokuskan untuk menggali potensi ekonomi daerah yang dapat memperkuat ketahanan negara, khususnya dari aspek geoekonomi.
“Kami dari Dewan Pertahanan Nasional bertugas memberikan rekomendasi kebijakan kepada Presiden. Karena kami berada di bidang ekonomi, kami ingin menggali potensi pertumbuhan ekonomi dan juga pemasukan negara, khususnya di Jawa Barat, termasuk Majalengka,” ungkap Yayat Ruyat.
Ia menilai Majalengka memiliki potensi besar, terutama dengan keberadaan BIJB Kertajati yang telah beroperasi sejak 2018, namun pemanfaatannya dinilai belum optimal.
“Potensi BIJB Kertajati sangat besar bisa didarati Airbus A380 dan Boeing 747. Infrastruktur sudah ada, tinggal bagaimana dioptimalkan. Karena itu, kami mendorong adanya revitalisasi agar ini bisa beroperasi maksimal sesuai kapasitasnya,” ungkap Yayat.
Menurutnya, DPN menghimpun masukan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, unsur Forkopimda, hingga pemangku kepentingan terkait, untuk kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan nasional.
“Kami menyerap aspirasi dari daerah, dari BIJB, dari kementerian, juga dari Pemprov Jawa Barat dan pemerintah kabupaten. Semua kami catat untuk disampaikan kepada pimpinan, termasuk Ketua Harian Menteri Pertahanan dan Ketua DPN yaitu Presiden,” jelasnya.
Yayat menambahkan, sejumlah opsi pengembangan BIJB masih terbuka, baik untuk mendukung aspek pertahanan maupun penguatan konektivitas sipil.
“Itu semua bagian dari opsi. Kami akan kaji mana yang paling memberikan manfaat besar, baik bagi kepentingan nasional maupun masyarakat,” ujarnya.
Salah satu opsi yang mengemuka dalam rapat adalah pengalihan sebagian penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta yang telah mengalami kepadatan ke BIJB Kertajati.
“Yang paling dekat dimungkinkan adalah bagaimana penerbangan dari Soekarno-Hatta yang sudah overload bisa sebagian dialihkan ke Kertajati. Itu menjadi salah satu masukan yang banyak kami terima,” kata Yayat.
Namun, ia menegaskan opsi tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final.
Terkait waktu pelaksanaan revitalisasi, Yayat menyebut dorongan percepatan terus menguat, termasuk sebagai tindak lanjut kunjungan Menteri Bappenas dan Menteri Koordinator Infrastruktur ke Kertajati pada akhir tahun lalu.
“Kalau bisa, tentu lebih cepat lebih baik. Ini bagian dari tindak lanjut yang sedang didorong,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman berharap langkah yang diinisiasi pemerintah pusat melalui DPN dapat mendorong optimalisasi operasional BIJB Kertajati.
“Bagi kami di Pemerintah Kabupaten Majalengka, semua ikhtiar yang hari ini digagas, semoga bisa terwujud. Harapannya BIJB bisa benar-benar operasional dan maksimal, sehingga angan-angan masyarakat Majalengka untuk melihat pesawat kembali ramai beroperasi bisa terwujud,” ujar Eman.
Ia menegaskan, pemerintah daerah siap memanfaatkan peluang dari penguatan peran bandara tersebut, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini tentu menjadi peluang besar bagi Majalengka. Bagaimana kehadiran BIJB ini bisa mengungkit ekonomi daerah. Kita juga melihat sekarang minat investor sudah cukup tinggi untuk masuk ke Majalengka,” ungkapnya.(Ta)



