QRIS Tembus Triliunan di Ciayumajakuning
kacenews.id-CIREBON-Transformasi digital di wilayah Ciayumajakuning terus menunjukkan percepatan signifikan, terutama dalam sistem pembayaran non tunai. QRIS kini bukan sekadar alternatif, tetapi sudah menjadi bagian dari kebiasaan transaksi masyarakat.
Penggunaan QRIS di berbagai sektor terus meluas, mulai dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan. Kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi alasan utama masyarakat beralih ke sistem pembayaran digital ini.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Himawan Putranto, mengungkapkan bahwa pertumbuhan transaksi QRIS di wilayah ini sangat pesat.
“Sepanjang Januari hingga Februari 2026, volume transaksi QRIS mencapai 41,88 juta transaksi dengan nominal Rp3,58 triliun,” ujarnya.
Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. QRIS dinilai mampu memberikan efisiensi sekaligus keamanan dalam bertransaksi.
Menariknya, pertumbuhan ini didominasi oleh pelaku usaha kecil. Usaha kecil menyumbang 49,28% dari total transaksi, disusul usaha menengah dan mikro yang juga menunjukkan kontribusi signifikan.
Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha besar, tetapi juga telah menjangkau sektor UMKM secara luas di Ciayumajakuning.
Selain mendorong efisiensi, QRIS juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar. Transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan dapat dilakukan kapan saja tanpa batasan uang tunai.
Namun, di balik kemudahan tersebut, Bank Indonesia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam bertransaksi digital. Edukasi kepada masyarakat terus digencarkan untuk mencegah potensi penipuan.
“Dalam setiap transaksi, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan pesan, stop dulu kalau masih ragu,” tegas Himawan.
Di sisi lain, sistem pembayaran tunai juga tetap menjadi perhatian. Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang layak edar sekaligus mengantisipasi peredaran uang palsu di masyarakat.
Program penukaran uang melalui layanan SERAMBI pada 2026 berjalan lancar, dengan realisasi mencapai Rp3,97 triliun atau melampaui proyeksi yang telah ditetapkan.
Ke depan, penggunaan QRIS di Ciayumajakuning diperkirakan akan terus tumbuh seiring meningkatnya literasi digital dan aktivitas ekonomi masyarakat, menjadikannya sebagai tulang punggung sistem pembayaran modern di daerah.(Sylviani)





