Ragam

Menteri Kebudayaan Sebut Museum Cipari Tampil Interaktif

kacenews.id-KUNINGAN-Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menegaskan, kunci utama agar museum tetap relevan bagi generasi masa kini adalah experience atau pengalaman. Pengunjung tidak boleh hanya datang untuk melihat pajangan di balik kaca saja melainkan harus mendapatkan kesan mendalam melalui interaksi dan edukasi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan wajah baru Museum Taman Purbakala Cipari di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, Anggota DPR RI Rokhmat Ardiyan, serta sejumlah pejabat lainnya.
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon juga menekankan paradigma lama yang memandang museum sebagai tempat sunyi dan sekadar penyimpanan benda kuno sudah tidak lagi relevan. Menurutnya, museum harus bertransformasi menjadi ruang yang hidup, edukatif, serta mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung.
Ia mengatakan, museum perlu dikembangkan sebagai ruang dialog, dimana sejarah disampaikan dengan cara yang menarik. Untuk itu, pemerintah pusat terus mendorong transformasi museum menjadi pusat pengalaman berbasis teknologi digital, termasuk memperkuat peran kurator dan edukator serta memperluas keterkaitan dengan dunia pendidikan dan industri kreatif.
Situs Purbakala Cipari sendiri memiliki nilai sejarah penting sebagai bukti peradaban Nusantara dari era megalitik dan neolitik. Sejak mulai diteliti pada 1970-an, berbagai temuan arkeologis di kawasan ini menunjukkan kemampuan nenek moyang dalam membangun tatanan sosial pada masa lampau.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswanto menyampaikan, penataan ruang pamer yang dilakukan sejak akhir 2025 bertujuan menjadikan museum sebagai ruang belajar aktif, terutama bagi generasi muda yang ingin mengenal asal-usul mereka dengan cara yang lebih menyenangkan.
Sementara itu, Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar menilai peresmian tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi. Ia menegaskan, Kuningan bukan hanya wilayah administratif, melainkan ruang peradaban dengan sejarah panjang.
“Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, Museum Cipari diharapkan tidak lagi dipandang gudang benda kuno tapi sebagai kebanggaan baru pariwisata Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat yang mampu berbicara di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.(Ya)

Back to top button