CirebonRaya

HUT Kabupaten Cirebon, Siswa dan Pelayan Toko Wajib Pakai Baju Adat

kacenews.id-CIREBON-Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta kepada seluruh pelayan toko modern maupun pusat perbelanjaan untuk mengenakan baju khas Cirebon pada peringatan HUT Ke-544 Kabupaten Cirebon yang jatuh pada Kamis 2 April 2026.

Ketua Panitia Hari Jadi Ke-544 Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman mengatakan, pihaknya ingin memberikan sesuatu yang berbeda dan terbaik pada peringatan tahun ini.

Tidak hanya itu, Dadang menyebut, Pemkab Cirebon juga akan melibatkan masyarakat untuk ikut memeriahkan Hari Jadi Ke-544 tahun.

“Jangan sampai Hari Jadi Kabupaten Cirebon hanya milik pegawai pemerintah saja, melainkan masyarakat, jadi nanti semua toko modern maupun pusat perbelanjaan mengenakan baju adat Cirebon,” katanya, Selasa (31/3/2026).

Tidak hanya itu, kata Dadang, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon untuk melibatkan anak-anak sekolah dalam perayaan Hari Jadi Ke-544.

“Saya udah koordinasi dengan Disdik. Jadi nanti anak sekolah mulai tingkat Paud, TK, SD, SMP maupun SMA sederajat untuk ikut meramaikan dengan mengunakan pakaian adat Cirebon saat Hari Jadi Kabupaten Cirebon,” katanya.

Selain itu, lanjut Dadang, pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Cirebon, pihaknya akan menggelar Gerebek Sampah.

“Untuk kegiatan Gerebek Sampah menunggu dari Dinas Lingkungan Hidup, karena ini ide dari Sekda, tinggal menunggu waktu saja, intinya nanti kita bikin acara yang bermanfaat,” ujarnya.

Disinggung soal adanya pesta rakyat saat Hari Jadi Kabupaten Cirebon, Dadang menjelaskan, meski di tengah efisiensi, pihaknya ingin kegiatan tersebut bisa berkesan meski adanya keterbatasan anggaran.

“Nanti ada Bazar UMKM yang dipusatkan di depan Masjid Agung Sumber, jadi nanti ramai saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Cirebon,” katanya.

Selain itu, Dadang mengungkapkan, ada kejutan saat pentas kebudayaan. Seperti halnya saat Mapag Kanjeng Dalem yang biasa dilakukan saat menuju kantor DPRD guna mengelar Rapat Paripurna Istimewa.

“Ada kejutan dari Kadis Budpar, tetapi tidak tau apa yang menjadi kejutannya, tetapi nanti biasanya pejabat masuk lewat pintu masuk ke kantor dewan, ini sebaliknya, nanti masuk lewat pintu keluar,” ujarnya.(Junaedi)

Related Articles

Back to top button