Pendidikan

150 Ikan Dewa Dievakuasi dan Dikarantina, Libatkan Siswa Kelas X hingga XII SMKN 1 Kuningan

kacenews.id-KUNINGAN-Sekitar 150 ekor ikan dewa di Balong Cigugur dievakuasi ke kolam karantina oleh siswa SMK Negeri 1 Kuningan, Selasa (10/2/2026), menyusul kematian massal ikan tersebut yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Evakuasi dilakukan guna menekan angka kematian yang sebelumnya dilaporkan mencapai sekitar 800 ekor. Para relawan terdiri dari siswa Program Keahlian Agribisnis Perikanan Air Tawar SMKN 1 Kuningan. Kegiatan melibatkan siswa kelas XI sebanyak tiga kelas serta kelas X satu kelas. Sementara siswa kelas XII turut ambil bagian pada sesi siang hari.
Proses penyelamatan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, dilanjutkan pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Ikan yang berhasil ditangkap kemudian dipindahkan ke kolam karantina untuk mencegah penyebaran penyakit dan kematian lebih lanjut.
Peralatan yang digunakan berupa 13 buah seser serta jaring sepanjang 100 meter dengan lebar 3 meter milik Jurusan Perikanan SMKN 1 Kuningan. Di lokasi kegiatan turut hadir Kepala SMKN 1 Kuningan Elpasa, Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, Anggota Komisi II DPRD Kuningan Sri Laelasari, Kepala Bidang Diskanak, pakar perikanan SMKN 1 Kuningan Sumadi yang memimpin teknis evakuasi, serta relawan setempat.
Secara terpisah, Camat Cigugur Yono Rahmansah menyampaikan, kematian ikan terjadi secara mendadak dan jumlahnya terus bertambah setiap hari sehingga memerlukan langkah penanganan serius. Pemerintah daerah, kata dia, telah melakukan berbagai upaya, mulai dari penambahan oksigen menggunakan pompa air untuk menjaga sirkulasi, penaburan garam krosok, hingga penyebaran daun kipait. Namun, langkah tersebut belum mampu menekan angka kematian secara signifikan sehingga diputuskan dilakukan evakuasi dan karantina.
“Adapun sebab-sebab kematian ikan tersebut kondisi lingkungan atau air yang tidak sehat/kotor, terjadi sadimentasi hingga berpuluh tahun belum pernah dikuras, makanan ikan tidak sesuai standar sehingga menyebabkan ikan mudah terserang penyakit. Seprti serangan bakteri jangkar yang menempel di mulut ikan dan secara perlahan dapat menyebabkan kematian,” tutur Yono.
Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Cigugur Aang, didampingi Wakil Ketua Yudi, menyebut terdapat sejumlah faktor yang memicu kematian ikan. Salah satunya terganggunya sirkulasi air akibat adanya sumbatan pada sumber atau sumur air yang selama ini menjadi tempat perlindungan ikan. Selain itu, saluran pembuangan air yang dicor dinilai membuat aliran masuk dan keluar air tidak seimbang.
“Upaya penyelamatan ikan tersebut sumur air yang dibeton harus dibongkar dikembalikan pada posisi semula. Selain itu, pintu atau pembuangan air kolam Cigugur harus dibongkar sehingga agar lebih memudahkan dalam pembuangan air apabi disaatkan,” punta Aang.(Sul)

Related Articles

Back to top button