100 Hari Kerja, Direktur PDAU Kuningan Janji Targetkan Kontribusi PAD Rp 1 Miliar
kacenews.id-KUNINGAN-Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Kuningan periode 2026–2031, Adang Kurniawan, menargetkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1 miliar pada tahun pertama sekaligus berkomitmen menuntaskan berbagai kewajiban perusahaan yang masih tertunggak dalam 100 hari kerja.
Komitmen tersebut disampaikan usai pelantikan di Aula Lantai Dua Setda Kuningan, Senin (23/2/2026). Selain mengejar target PAD, Adang juga menegaskan kesiapannya menyelesaikan persoalan internal perusahaan, termasuk gaji karyawan yang belum terbayar sejak Mei tahun lalu, hak pensiun dua pegawai, serta pesangon karyawan yang meninggal dunia.
Total kewajiban yang harus diselesaikan mendekati Rp 600 juta, termasuk utang perusahaan yang nilainya mencapai lebih dari Rp 500 juta. Penyelesaian ini ditargetkan rampung dalam 100 hari kerja sebagai langkah awal memulihkan kondisi perusahaan dan membangkitkan kembali semangat tim internal.
“Kita akan lakukan konsolidasi, memetakan kondisi PDAU secara menyeluruh, dan menghadirkan solusi. Mohon doa dan dukungan semua pihak,” kata Adang.
Pelantikan dilakukan Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar dan disaksikan Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, Sekda U Kusmana, staf ahli, asisten daerah, kepala perangkat daerah, jajaran Perumda Aneka Usaha, serta Direktur PDAU sebelumnya, Hj Heni Susilawati.
Dalam kesempatan itu, Bupati Dian menyampaikan apresiasi kepada Hj. Heni Susilawati yang telah menyelesaikan masa baktinya hingga Oktober 2025. Ia menilai dedikasi dan kontribusi yang diberikan menjadi pondasi penting bagi keberlanjutan perusahaan daerah tersebut.
Bupati juga mengingatkan amanah yang diemban direktur baru bukanlah tugas ringan. Ia secara terbuka menyebut kondisi PDAU saat ini belum sehat dan membutuhkan langkah strategis untuk pemulihan.
“Ini tantangan besar. PDAU perlu pembenahan dari sisi kinerja dan sumber daya manusia. Harus ada peningkatan daya saing, pemetaan peluang bisnis, serta kemampuan membangun jejaring. Tanpa itu, sulit bagi perusahaan untuk bangkit,” ujar bupati.
Ia menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang profesional, integritas yang kuat, serta inovasi berkelanjutan. PDAU juga diharapkan tidak terus bergantung pada intervensi pemerintah daerah, melainkan mampu mandiri dan memberi kontribusi nyata terhadap PAD.
Bupati Dian mengibaratkan kepemimpinan sebagai ujian di tengah gelombang besar, di mana kemampuan seorang pemimpin justru diuji saat organisasi berada dalam kondisi tidak sehat.
“Kami harapkan, PDAU dapat sejajar dengan BUMD lain yang telah sehat dan berkontribusi signifikan, seperti Bank Kuningan dan PDAM Kuningan,” pintanya.(Sul)





