300 Calon PMI Indramayu Perkuat Literasi Keuangan
kacenews.id-INDRAMAYU-Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon membekali ratusan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan literasi keuangan sebagai upaya memperkuat perlindungan dan kemandirian ekonomi sebelum bekerja ke luar negeri.
Sosialisasi tersebut diikuti 300 calon PMI dari empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) lokal dan digelar di Swiss-Belinn Hotel Indramayu, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang bertujuan memastikan para calon PMI memiliki kesiapan finansial serta pemahaman pengelolaan keuangan yang baik sejak awal keberangkatan.
Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan, perlindungan PMI tidak hanya terbatas pada aspek hukum dan ketenagakerjaan, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi keluarga yang ditinggalkan di daerah asal.
“Kami ingin PMI asal Indramayu tidak hanya siap bekerja secara fisik dan keterampilan, tetapi juga memiliki mentalitas pengelola keuangan yang bijak,” katanya.
Menurut Lucky, edukasi keuangan menjadi hal penting agar penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan, bukan sekadar untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek.
Senada dengan hal tersebut, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menyampaikan, literasi keuangan merupakan benteng utama bagi PMI agar terhindar dari berbagai modus penipuan, termasuk investasi ilegal yang kerap menyasar pekerja migran.
“Kemandirian ekonomi purna PMI harus dipersiapkan sejak dini melalui pengelolaan modal yang terencana agar mereka tetap berdaya saat kembali ke tanah air,” tegasnya.
Ia menambahkan, kesiapan finansial sebelum keberangkatan menjadi faktor penting agar PMI mampu merencanakan masa depan secara lebih matang, termasuk mengenal dan memanfaatkan produk jasa keuangan formal yang legal dan aman.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Indramayu juga mengimbau keluarga PMI untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran investasi bodong. Masyarakat diminta aktif mengecek legalitas lembaga keuangan melalui kanal resmi OJK guna memastikan keamanan dana hasil kerja PMI di luar negeri.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan OJK, Dinas Tenaga Kerja, serta perbankan, Pemkab Indramayu berharap dapat membangun ekosistem ekonomi yang inklusif bagi PMI, baik selama masa penempatan maupun setelah kembali ke daerah. Kontribusi PMI diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indramayu.(Ton)



