Perkuat Literasi Keuangan, KUR Majalengka Masih di Peringkat 19 Jabar
kacenews.id-MAJALENGKA-Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Majalengka masih berada di peringkat ke-19 dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha di daerah.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan pentingnya kolaborasi antara OJK dan pemerintah daerah guna membangun ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikannya saat audiensi bersama Bupati Majalengka dan sejumlah pimpinan lembaga jasa keuangan di Pendopo Gedung Negara Majalengka, Senin (26/1/2026) sore.
Menurut Agus, Kabupaten Majalengka memiliki potensi ekonomi yang besar yang perlu didukung dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan aman.
“OJK berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di daerah. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, kami berharap masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan serta terhindar dari praktik investasi ilegal dan pinjaman online yang tidak berizin,” ungkap Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib.
Ia menjelaskan, pertemuan dengan seluruh pimpinan lembaga jasa keuangan di wilayah Kabupaten Majalengka tersebut bertujuan membangun sinergi, kolaborasi, dan kerja sama dalam memperluas penyaluran KUR agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha produktif.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan OJK Cirebon dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat di tingkat desa.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyambut baik dukungan dan peran aktif OJK Cirebon dalam mendorong penguatan sektor keuangan di wilayahnya. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami mengapresiasi OJK Cirebon atas pendampingan dan edukasi yang diberikan. Pemerintah Kabupaten Majalengka siap bersinergi dan mendukung program-program OJK agar masyarakat semakin paham, cerdas, dan bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan,” ungkap Bupati.
Kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya Pemkab Majalengka dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta mendorong pertumbuhan UMKM yang berdaya saing. Saat ini, tercatat sekitar 74.600 lebih pelaku KUR di Kabupaten Majalengka yang bergerak di sektor UMKM, fashion, dan berbagai bidang usaha lainnya.
Jumlah tersebut mencerminkan potensi ekonomi masyarakat yang terus berkembang, namun masih memerlukan dukungan akses permodalan yang lebih luas dan inklusif.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama OJK Cirebon berkomitmen memperluas program edukasi dan literasi keuangan hingga ke tingkat kecamatan dan desa, guna mewujudkan masyarakat Majalengka yang inklusif secara finansial serta terlindungi dalam sektor jasa keuangan.(Ta)



