CirebonRaya

Kabel Semrawut Akan Ditertibkan, Sasar 17 Ruas Jalan Strategis di Kota Cirebon

 

 

 

kacenews.id-CIREBON- Pemandangan langit Kota Cirebon yang selama ini terhalang oleh karut-marut bentangan kabel akan segera berubah. Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon secara resmi memulai langkah besar untuk membenahi wajah kota dengan menata ulang utilitas kabel yang selama ini dianggap merusak estetika dan kenyamanan ruang publik.

Langkah serius ini ditandai dengan peninjauan langsung yang dilakukan oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo Bersama Pj Sekretaris Daerah (Sekda), Sumanto dan sejumlah kepala dinas terkait di sepanjang Jalan Kartini. Area ini dipilih sebagai salah satu titik prioritas karena merupakan jantung aktivitas masyarakat dan wajah utama kota.

Wali kota mengungkapkan, kondisi kabel yang melintang tidak beraturan saat ini sudah mencapai tahap yang cukup mengkhawatirkan secara visual. Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan satu tiang penyangga bisa menampung 15 hingga 20 kabel dari berbagai provider berbeda, menciptakan kesan kumuh di tengah kota yang tengah berbenah.

“Hari ini kami sudah berkomunikasi dengan seluruh dinas terkait. InsyaAllah dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Cirebon ingin membenahi kabel-kabel yang melintang maupun di pinggir jalan ini. Secara estetika, kondisi sekarang kurang nyaman dipandang. Solusinya, kita akan coba pindahkan semuanya ke sistem kabel bawah tanah atau ducting,” katanya.

Menurutnya, rencana besar ini tidak hanya menyasar satu titik. Setidaknya ada 15 hingga 17 ruas jalan strategis dengan total panjang mencapai 15 kilometer yang masuk dalam target penataan. Proses ini diawali dengan merapikan kabel fiber optik, yang kemudian akan diikuti dengan koordinasi bersama PLN, PGN, hingga PDAM agar jalur utilitas di Kota Cirebon bisa terintegrasi dengan rapi.

“Saya sudah rapatkan dengan PLN, PGN, hingga PDAM. Saya ingin kabel-kabel yang melintang itu dibenahi menjadi satu jalur saja, tidak ada lagi yang berseliweran tidak jelas. Saat ini kami sedang dalam tahap proses administrasi dan teknis. Kami juga berkolaborasi dengan Apjatel (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi) dan pihak swasta lainnya untuk pelaksanaan di lapangan,” tuturnya.

Menyadari bahwa proyek ini akan berdampak pada mobilitas warga, wali kota pun menyampaikan permohonan maaf dan meminta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Mengingat penataan ini merupakan investasi jangka panjang demi kenyamanan dan keindahan Kota Cirebon di masa depan.

“Saya harap masyarakat mendukung penuh upaya ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, mengemukakan secara teknis pihaknya tengah melakukan inventarisir mendalam. Penataan ini akan menyasar jalan-jalan protokol seperti Jalan Kartini, Jalan Siliwangi, hingga Jalan Tuparev.

“Kita akan buatkan semacam gorong-gorong khusus atau ducting di bawah tanah. Penempatannya nanti menyesuaikan kondisi lapangan, bisa di bawah badan jalan atau trotoar, tergantung letak jaringan gas atau pipa PDAM yang sudah ada. Harapan kami, minimal 10 kilometer pertama bisa segera dieksekusi, dan tahun ini sudah harus ada aksi nyata di lapangan,” katanya.(Fa/Jak)

 

Related Articles

Back to top button