1.406 Rumah Subsidi Terealisasi, Majalengka Kejar Target 3.000
kacenews.id-MAJALENGKA-Pemerintah Kabupaten Majalengka menargetkan pembangunan 3.000 unit rumah subsidi pada 2026 guna memenuhi kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga Maret, realisasi yang telah terdata mencapai 1.406 unit yang dibangun oleh 44 pengembang.
Kepala Dinas Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DKPP) Kabupaten Majalengka, Sidarta, mengatakan tingginya kebutuhan rumah subsidi mendorong pemerintah mempercepat proses penyediaan hunian, termasuk dalam hal perizinan bagi pengembang.
“Kebutuhan rumah subsidi demikian tinggi, makanya pemerintah berusaha mempasilitasi kebutuhan tersebut, ijin perumahan juga selama memenuhi syarat segera diterbitkan agar masyarakat bisa memiliki hunian yang nyaman,” ungkap Sidarta.
Ia menjelaskan, pembangunan perumahan subsidi saat ini tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka, menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Salah satu kawasan yang cukup berkembang adalah Kecamatan Kasokandel, di mana beberapa pengembang aktif membangun perumahan bersubsidi.
“Di kecamatan Kasokandel sudah ada beberapa perumahan dan kini pengembang masih gterus memenuhi kebutuhan konsumen, semua rumahnya bersubsidi,” ungkap Sidarta.
Menurutnya, pembangunan perumahan tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Keterlibatan pelaku usaha kecil, seperti perajin batu bata hingga industri genteng di wilayah Jatiwangi, menjadi bagian dari strategi tersebut melalui program “Gentengisasi”.
“Kami ingin memastikan pembangunan perumahan ini menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. Selain membuka lapangan kerja bagi tenaga konstruksi, kehadiran proyek-proyek ini juga menghidupkan UMKM di sekitar lokasi dan mengutamakan pemasok material bangunan terdekat untuk efisiensi,” ungkapnya.
Pada tahun sebelumnya, realisasi pembangunan rumah subsidi di Majalengka tercatat melampaui target. Dari sasaran 1.000 unit, sebanyak 1.003 unit berhasil dibangun.
Sementara itu, salah satu warga penerima manfaat, Wawan (34), mengaku program rumah subsidi sangat membantu dirinya memiliki hunian layak dengan biaya terjangkau.
“Cicilan rumah Rp 1.100.000 masih terjangkau dengan gaji kami berdua bekerja di pabrik, dari pada sewa rumah atau kamar seharga Rp 500.000 per bulan kami memilih nekat mencicil perumahan dan nyatanya sudah setahun kami temnpati. “ ungkapnya yang kini tinggal diperumahan di Desa Girimukti.(Tat)



