CirebonRaya

Jelang Muscab PKB Kabupaten Cirebon, Nama Jamil Abdul Latief, Waswin Janata dan HR Hasan Basori Menguat

DEWAN Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Cirebon menyampaikan sembilan rekomendasi hasil Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab), belum lama ini. Rekomendasi ini ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon sebagai masukan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.*KaceNews.Id/Mail

kacenews.id-CIREBON- Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab), dinamika politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cirebon mulai menunjukkan arah. Sejumlah nama mencuat, namun keputusan akhir tetap berada di tangan Dewan Pengurus Pusat (DPP).

Muscab yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026 ini tak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan strategi politik partai ke depan.

Di tengah menghangatnya situasi, tiga nama disebut-sebut mulai mengerucut sebagai kandidat kuat Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon. Mereka adalah H. Jamil Abdul Latief, Waswin Janata, dan HR Hasan Basori, ketiganya figur-figur yang dinilai memiliki rekam jejak serta basis dukungan yang cukup solid di internal partai.

Meski demikian, sumber internal PKB Kabupaten Cirebon yang enggan disebutkan namanya menegaskan, peta persaingan sebenarnya lebih luas. Sejumlah kader lain dari unsur fraksi, pengurus, hingga kader non-struktural juga memiliki ambisi yang sama.

“Yang ingin maju sebenarnya banyak. Tapi nanti tetap DPP yang menentukan. Itu yang jadi kunci,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kontestasi di tubuh PKB tidak sepenuhnya ditentukan oleh dinamika di tingkat daerah. Restu dari Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, menjadi faktor dominan dalam penetapan akhir.

Sementara itu, pengurus DPW PKB Jawa Barat, Hj. Yuningsih, memastikan bahwa seluruh proses menuju Muscab sudah dalam pemantauan DPP. Penilaian tidak hanya dilakukan terhadap kandidat ketua DPC, tetapi juga posisi strategis lain seperti Dewan Syuro dan Dewan Tanfiziyah.

Ia juga mengisyaratkan bahwa petahana masih memiliki peluang besar untuk kembali memimpin.

“Ketua sekarang masih punya kans kuat untuk diusung kembali,” ujarnya.

Di balik proses formal tersebut, suhu politik internal terus meningkat. Sejumlah kandidat bahkan mulai melakukan konsolidasi, termasuk menjalin komunikasi dengan anggota fraksi sebagai upaya memperkuat dukungan.

Muscab PKB kali ini menjadi lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan. Ia menjadi ajang uji kekuatan politik internal sekaligus penentu arah konsolidasi partai dalam menghadapi agenda politik ke depan.

Dengan kewenangan penuh berada di DPP, hasil akhir Muscab dipastikan tidak hanya mencerminkan dinamika lokal, tetapi juga strategi besar partai di tingkat nasional.(Mail)

Back to top button