Sampah Masih Berserakan di Mana-mana, Wabup Ajak Warga Peduli Lingkungan
kacenews.id-CIREBON-Sampah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kabupaten Cirebon. Pasalnya masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Meski, Pemda Kabupaten Cirebon terus melakukan ajakan untuk penganan sampah bisa selesai di desa, namun kenyataannya masih banyak sampah yang berserakan.
Dengan adanya peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 dan rangkaian Hari Jadi Ke-544 Kabupaten Cirebon, Pemda Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengelar aksi bersih-bersih sampah.
Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman mengatakan sampah menjadi salah satu program prioritas Pemda Kabupaten Cirebon.
Menurutnya persoalan sampah tidak akan selesai hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan kolaborasi semua pihak.
“Kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial semata, akan tetapi meningkatkan
kesadaran dan kepedulian semua pihak, karena persoalan sampah
tidak hanya tanggung jawab dari pemerintah daerah, melainkan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Jigus sapaan akrab wabup menjelaskan, Kabupaten Cirebon memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak. Sehingga produksi sampah yang dihasilkan cukup besar dibandingkan daerah lain.
“Ini tantangan terbesar kita (pemerintah,red) dengan jumlah penduduk yang cukup besar, sampah juga yang dihasilkan cukup banyak. Sehingga harus ada kepedulian dari masyarakat tentang prilaku kebersihan,” jelasnya.
Sekrataris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, H Hendra Nirmala mengatakan kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional ini menjadi motovasi buat semua elemen masyarakat tentang pentingnya kebersihan.
Hendra mengajak semua masyarakat untuk sadar pentingnya kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Masyarakat syukur-syukur ada kesadaran, ada pemilahan ketika mereka membuang sampah antara sampah organik dengan anorganik seperti plastik. Karena sampah plastik ini membutuhkan puluhan tahun untuk bisa terurai atau hancur,” ujar Hendra.
Lebih lanjut, kata Hendra, pemerintah daerah sedang menjalin komunikasi dengan para investor dalam penanganan sampah di Kabupaten Cirebon.
“Para investor sudah banyak yang datang, cuma yang serius untuk menangani sampah di Cireboh belum ada. Padahal kita punya pasar untuk hasil sampahnya di Pabrik Indocemen,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono menyebut butuh kolaborasi semua pihak agar permasalahan sampah bisa terselesaikan sesuai dengan tagline sekarang, “Dengan Kolaborasi Kabupaten Cerbon Bersih Indonesia Asri”.
“Permasalahan sampah sebenarnya sederhana, ketika kita bisa memilah di rumah antara organik dan anorganik. Misalkan sampah organiknya, bisa dijadikan untuk pupuk, dalam hal ini biopori yang sederhana di rumah masing-masing saya kira tidak begitu memerlukan lahan yang luas. Untuk anorganiknya bisa dijual dan menghasilkan nilai rupiah. Sehingga nanti pemerintah hanya menerima residunya saja,” katanya.(Junaedi)




