Pendidikan

22 Ribu Anak tak Sekolah, Disdikbud Kabupaten Cirebon Didorong Percepat Penanganan

kacenews.id-INDRAMAYU-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu mencatat sekitar 22 ribu Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya.
Data tersebut menjadi fokus pembahasan dalam rapat kerja bersama Komisi II DPRD Indramayu di ruang Bapemperda DPRD Indramayu, Selasa (7/4/2026), yang juga menyoroti upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Kepala Disdikbud Kabupaten Indramayu, H. Caridin, menyampaikan, pertemuan tersebut secara khusus membahas strategi peningkatan IPM serta penanganan ATS yang masih cukup tinggi.
Menurutnya, puluhan ribu ATS tersebut terdiri dari anak usia sekolah yang belum pernah mengenyam pendidikan, anak putus sekolah (drop out), serta lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni memperkuat pendidikan nonformal melalui program kejar paket sebagai alternatif bagi anak-anak yang tidak bisa mengakses pendidikan formal.
“Kami akan berupaya mengembalikan anak usia sekolah yang tidak sekolah untuk dapat mengikuti pendidikan. Misalnya, anak usia sekolah dasar bisa mengikuti pendidikan tingkat SD, begitu pun anak usia tingkat SMP atau SMA bisa tetap mengikuti pendidikan. Apabila tidak dapat mengikuti pendidikan formal, maka bisa mengikuti pendidikan non formal melalui jalur paket A, B atau C,” jelasnya.
Selain itu, Disdikbud juga akan melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah guna memastikan langkah penanganan ATS berjalan optimal.
“Saya berharap, ke depan sektor pendidikan di Kabupaten Indramayu bisa lebih baik lagi,” tandasnya.(No)

Related Articles

Back to top button