Akses Warga Dipulihkan, Jembatan Garuda TNI Dibangun
kacenews.id-MAJALENGKA–Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama TNI memulai pembangunan Jembatan Garuda TNI di Desa Sinargalih, Kecamatan Lemahsugih, Senin (6/4/2026), untuk memulihkan akses warga yang sebelumnya terputus akibat kerusakan infrastruktur.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, sebagai tanda dimulainya percepatan pembangunan jembatan penghubung yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat setempat.
Kerusakan jembatan sebelumnya sempat menghambat mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan sehari-hari. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan akses sekaligus meningkatkan konektivitas wilayah.
Program pembangunan Jembatan Garuda TNI sendiri merupakan bagian dari inisiatif percepatan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah pusat untuk menjangkau wilayah terdampak kerusakan fasilitas publik.
Wakil Bupati Majalengka menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dan seluruh pihak dalam pelaksanaan proyek tersebut. Ia berharap pembangunan dapat segera diselesaikan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Pembangunan ini diharapkan dapat segera rampung, sehingga akses transportasi, mobilitas warga, serta aktivitas perekonomian dapat kembali berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan peletakan batu pertama bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai akan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Majalengka.
Sementara itu, Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Fahmi Guruh Rahayu menjelaskan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program bakti TNI yang difokuskan pada wilayah dengan keterbatasan akses.
“Pembangunan jembatan ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga sebagai bentuk komitmen TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan dan membuka akses wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi kendala geografis yang selama ini menghambat aktivitas warga.
“Hal ini guna memperlancar distribusi logistik, meningkatkan akses pelayanan publik, dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Lemahsugih,” pungkasnya.(Jep)



