900 Rumah di Majalengka Jadi Sasaran Program BSPS
kacenews.id-MAJALENGKA-Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mulai menjalankan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Majalengka. Program tersebut direncanakan menyasar sekitar 900 rumah warga yang akan diperbaiki pada tahun ini.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menjelaskan, program BSPS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan material lokal.
“Pemerintah saat ini tengah fokus menjalankan program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) di berbagai daerah, termasuk di Majalengka. Program ini untuk di Majalengka direncanakan menyasar sekitar 900 penerima bantuan, yang berarti 900 unit rumah akan diperbaiki,” jelas Sri Haryati saat kegiatan di sentra genteng Desa Pinangraja, Kecamatan Jatiwangi, Rabu malam (11/3/2026).
Ia menambahkan, dalam pelaksanaannya perbaikan rumah tersebut direncanakan menggunakan genteng produksi sentra industri genteng Jatiwangi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan produk genteng dari pelaku usaha kecil dan menengah di daerah tersebut.
Kunjungan kerja Menteri PKP RI Maruarar Sirait ke Majalengka juga diisi dengan dialog bersama masyarakat serta pelaku usaha genteng. Dalam kesempatan itu, Ara, sapaan akrab Maruarar, mengajak masyarakat memahami tujuan pemerintah hadir langsung ke sentra industri genteng.
“Rakyat harus mengerti kenapa pemerintah hadir di sini. Kenapa hujan-hujan saya dari Jakarta dengan waktu lebih dari tiga jam datang ke sini untuk apa? Ada yang tahu? Silakan jawab,” ujar Ara yang didampingi istrinya, Shinta Triastuti.
Sejumlah warga yang hadir menyampaikan bahwa program gentengisasi yang digagas pemerintah menjadi langkah untuk memperkuat ekonomi rakyat melalui penggunaan produk genteng lokal.
Menanggapi hal tersebut, Ara menegaskan, pelaku UMKM harus terus menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar. “Nah itu penting. Ibu Dirjen sudah menyampaikan bagaimana pentingnya menjaga kualitas. UMKM itu mau punya daya saing tinggi atau mau dikasihani? kalau ingin maju ya harus punya kualitas, agar tidak dikasihani,” kata Ara.
Ia juga mengingatkan, keberhasilan usaha tidak datang secara instan, melainkan melalui kerja keras dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas. “Kalau kalah bersaing karena tidak berkualitas, jangan marah-marah tapi harus meningkatkan kualitas lagi. Jadi yang bagus itu suara pelan tapi untungnya besar, jangan banyak bersuara tapi hasilnya tidak ada,” sarannya.
Program BSPS tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui penggunaan produk genteng dari sentra industri Jatiwangi.(Jep)



