Peduli Lingkungan, Siswa SMKN 1 Kuningan Tanam 1.000 Bibit Pohon
kacenews.id-KUNINGAN–Ratusan siswa SMKN 1 Kuningan terlibat dalam penghijauan di lahan bekas penambangan yang berada di lingkungan sekolah, Rabu (4/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1.000 bibit pohon ditanam untuk memulihkan kondisi lahan yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Kegiatan ini dilakukan di area seluas sekitar empat hektare yang sebelumnya merupakan lokasi penambangan liar. Sekolah memulai proses penghijauan secara bertahap dengan menanami sebagian lahan menggunakan berbagai jenis tanaman, seperti durian, kopi, manggis, dan beberapa jenis pohon lainnya.
Kepala SMKN 1 Kuningan, Elpasa mengatakan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran bagi siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan.
“Dalam berbagai kesempatan, saya selalu mengemukakan bahwa jadikan alam yang ada di sekitar kita sebagai guru, sahabat, serta ibunda kita sendiri. Alam maupun lingkungan sekitar harus selalu kita jaga, rawat serta kita hormati hak-haknya. Perlakuan terhadap alam sama halnya kita memperlakukan orang tua yang harus disayang sehingga akan saling memberikan manfaat bagi semua pihak,” ungkap Elpasa.
Pembina dan instruktur di sejumlah organisasi pencinta alam ini menjelaskan, pada tahap awal penghijauan dilakukan di lahan sekitar 2 hektare, sementara penanaman di area lainnya akan dilanjutkan secara bertahap.
“Untuk kali ini, kita baru bisa menanam di lahan seluas 2 hektare dulu. Berikutnya akan ditanami dengan pepohonan yang sama dilakukan secara bertahap. Saya sengaja dalam penanaman bersama siswa agar mereka bisa hidup belajar dari alam,” tuturnya.
Menurut Elpasa, alam dapat menjadi sumber pembelajaran bagi manusia untuk memahami berbagai peristiwa lingkungan yang terjadi di sekitarnya, seperti longsor, banjir, maupun kerusakan ekosistem akibat aktivitas manusia.
Ia menilai, dengan memahami hubungan antara manusia dan alam, generasi muda diharapkan memiliki kesadaran untuk menjaga serta merawat lingkungan.
“Alam sendiri yang akan memberikan jawabannya apabila kita sudah menganggap sahabat dengan tidak akan merusaknya, melainkan untuk memelihara dan melestarikan. Hubungan timbal balik yang saling menguntungkan itu pasti terjadi, juga sebaliknya, bila alam maupun lingkungan sekitar dirusak tanpa memikirkan akibatnya, maka cepat atau lambat akan dirasakan oleh kita semua,” tutur Elpasa yang aktif di berbagai kegiatan pecinta alam.(Sul)



