Pendidikan

Stop Penjualan LKS Cetak, Kadisdikbud Kabupaten Kuningan Siapkan LKS Digital Gratis

kacenews.id-KUNINGAN-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Didikbud) Kabupaten Kuningan yang baru, Carlan atau Elon Carlan, menghentikan penjualan lembar kerja siswa (LKS) di sekolah serta menyiapkan penggantinya dalam bentuk LKS digital gratis bagi siswa.
Kebijakan tersebut diambil hanya beberapa hari setelah Elon Carlan menjabat. Ia menilai praktik penjualan LKS cetak masih terjadi di sejumlah satuan Pendidikan, meski telah lama dilarang pemerintah pusat maupun daerah, dengan berbagai modus pelaksanaan.
Menurutnya, kebutuhan bahan ajar tetap penting, namun tidak boleh membebani orang tua siswa. Karena itu, Disdikbud Kuningan akan mengalihkan penyediaan LKS ke sistem digital yang disusun secara mandiri oleh tenaga pendidik.
“LKS memang penting tapi sekarang semua sekolah harus menghentikan penjualan LKS cetak yang dianggap memberatkan orangtua siswa. Nanti kami akan menyusun LKS digital saja sebagai solusi modern yang lebih efisein dan gratis bagi seluruh siswa,” ujar Elon Carlan, Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, perubahan menuju LKS digital tidak dilakukan secara mendadak. Disdikbud telah menyiapkan skema penyusunan materi dengan memanfaatkan potensi internal guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk jenjang SMP serta Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk jenjang SD.
Melalui mekanisme tersebut, guru-guru akan menyusun sendiri materi dan soal sesuai kurikulum yang berlaku. Selanjutnya, bahan tersebut dikonversi menjadi LKS digital yang mudah diakses, lalu didistribusikan sekolah kepada siswa tanpa pungutan biaya.
Langkah ini diharapkan dapat mengakhiri polemik lama terkait transaksi bahan ajar di sekolah sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam sistem pendidikan daerah.
Elon juga menegaskan,kebijakan tersebut akan diterapkan secara serius, meski berpotensi menghadapi tantangan dari pihak yang terbiasa dengan sistem sebelumnya. Fokus utama kebijakan ini, kata dia, adalah memastikan proses belajar berjalan tanpa beban tambahan bagi siswa dan orang tua.
“Kita punya sumber daya guru yang hebat. Dengan menyusun materi secara mandiri melalui MGMP dan KKG, kita tidak hanya menghemat biaya tapi juga meningkatkan kualitas kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan siswa di lapangan,” tuturnya.(Ya)

Related Articles

Back to top button