Ketahanan Pangan Prioritas Utama, Distan dan DKPP Kabupaten Cirebon Diminta Tingkatkan Produksi Komoditas Strategis
kacenews.id-CIREBON- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon terus berkomitmen mendukung program nasional melalui penguatan ketahanan pangan, kemandirian energi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon, H Imron saat menggelar rapat bersama wakil bupati, sekda, kepala SKPD dan BUMD, belum lama ini.
“Setiap program harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Tidak cukup hanya administrasi, harus ada hasil nyata di lapangan,” kata Imron.
Ia menempatkan ketahanan dan swasembada pangan sebagai prioritas utama daerah. Menurutnya ketersediaan pangan harus dijaga agar cukup, aman, dan terjangkau bagi seluruh warga.
Bupati meminta Dinas Pertanian (Distan) serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), meningkatkan produksi komoditas strategis serta memperkuat cadangan pangan daerah untuk mengantisipasi gejolak harga.
“Distribusi dan stabilitas harga harus dijaga. Ini fondasi stabilitas ekonomi dan sosial daerah,” ujarnya.
Selain pangan, Imron juga mendorong penguatan kemandirian energi daerah melalui optimalisasi sumber energi lokal dan percepatan pengembangan energi terbarukan.
“Jangan terus bergantung pada pasokan luar. Kita perlu roadmap energi daerah yang realistis dan terukur,” katanya.
Sementara di bidang SDM, Imron menekankan pengawasan ketat program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran dan memenuhi standar gizi serta keamanan pangan.
“Program ini adalah investasi masa depan, harus berkontribusi pada penurunan stunting dan peningkatan prestasi belajar,” ujarnya.
Tak hanya itu, orang nomor satu di Kabupaten Cirebon juga meminta penguatan layanan cek kesehatan gratis (CKG) dengan fokus deteksi dini penyakit hingga tingkat desa serta pendekatan promotif dan preventif.
Pada sektor pendidikan, ia mendorong perluasan akses Sekolah Rakyat bagi keluarga miskin dan percepatan digitalisasi sekolah dengan dukungan infrastruktur teknologi.
“Tidak boleh ada anak tertinggal karena faktor ekonomi dan keterbatasan akses teknologi,” katanya.
Kemudian dalam penguatan ekonomi, Imron menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus menjadi pusat aktivitas ekonomi warga, disertai pembinaan manajemen, permodalan, dan pemasaran.
“Hilirisasi potensi unggulan daerah serta kemudahan investasi pun perlu dipercepat, agar membuka lapangan kerja dan menurunkan angka kemiskinan,”katanya.(Junaedi)





