Ragam

Diserap Industri Formal, Disnaker dan FKDC Salurkan 32 Penyandang Disabilitas ke Berbagai Perusahaan

 

 

 

 

 

 

kacenews.id-CIREBON-Puluhan penyandang disabilitas berhasil terserap di berbagai sektor industri formal. Hal tersebut berkat kolaborasi yang dilakukan antara Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon dan Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon (FKDC).

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto menyampaikan, penguatan program SOLIDER pada periode 2024 hingga 2025 menjadi faktor utama meningkatnya penyerapan tenaga kerja difabel di daerah.

“Disnaker bersama FKDC telah berhasil menyalurkan 32 rekan penyandang disabilitas ke berbagai perusahaan. Secara rinci, terdapat 26 laki-laki dan 6 perempuan yang kini telah terserap di dunia kerja,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong perusahaan agar membuka ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk bekerja. Pasalnya ini sejalan dengan prinsip keadilan dan inklusivitas ketenagakerjaan.

Sementara itu, Ketua FKDC, Abdul Mujib, mengungkapkan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya edukasi berkelanjutan kepada pelaku usaha.

Bahkan FKDC secara rutin menyelenggarakan pelatihan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) serta pelatihan bahasa isyarat bagi perusahaan.

“Pelaku usaha kadang bingung cara berinteraksi dengan teman-teman disabilitas. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas melalui pelatihan GEDSI dan bahasa isyarat sangat penting agar mereka siap menerima tenaga kerja difabel,”katanya.

Selain mendorong penyerapan di sektor formal, lanjut Abdul, FKDC juga memperkuat dukungan di tingkat desa melalui pembentukan Kelompok Difabel Desa (KDD), yang saat ini telah berjalan di tujuh desa di Kabupaten Cirebon.

“Program KDD mencakup pendataan akurat warga difabel sebagai dasar kebijakan inklusif, penyediaan layanan konseling melalui pengembangan peer support, serta pembentukan UMKM yang dikelola oleh penyandang disabilitas guna mendorong kemandirian ekonomi,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Abdul, FKDC juga melakukan peningkatan kapasitas difabel melalui pendidikan nonformal seperti kejar paket, serta pelatihan soft skills yang menekankan etos kerja, kedisiplinan, dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Ia berharap, dengan terserapnya 32 tenaga kerja disabilitas dan berkembangnya UMKM difabel, stigma negatif terhadap penyandang disabilitas di dunia kerja dapat terus ditekan.

“Harapannya, kepercayaan dunia usaha tumbuh, sehingga stigma tersebut turun. Kita benahi kedua sisi, kesiapan teman-teman difabel dan pemahaman pelaku usahanya,”katanya. (Junaedi)

 

Related Articles

Back to top button