Rudi O’ang Ramdani Siapkan Agenda Transformasi Menyeluruh
kacenews.id-KUNINGAN-Kandidat Calon Direktur Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha (Perumda AU) Kabupaten Kuningan periode 2026–2031, Rudi O’ang Ramdani, menyiapkan agenda transformasi menyeluruh untuk membenahi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut agar kembali sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Rudi menyampaikan, jika dipercaya memimpin Perumda AU, ia akan mengusung visi MELESAT sebagai arah besar pembenahan perusahaan daerah yang telah berdiri sejak era kepemimpinan Bupati H. Aang Hamid Suganda. Transformasi tersebut ditujukan agar Perumda AU mampu dikelola secara profesional, berbasis digital, serta memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah awal yang disiapkan adalah Program 110 Hari Kerja dengan fokus pada audit menyeluruh terhadap sumber daya manusia (SDM), kondisi keuangan, serta unit-unit usaha yang saat ini berjalan. Menurutnya, penyehatan internal menjadi fondasi utama sebelum perusahaan melakukan ekspansi usaha yang lebih luas.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Kuningan itu menegaskan, visi MELESAT menjadi ruh perjuangan yang akan dijalankannya jika terpilih. Konsep tersebut dirancang sebagai kerangka kerja strategis yang saling terintegrasi.
“Visi MELESAT merupakan kerangka kerja komprehensif yang terdiri dari tujuh pilar utama. Meliputi, Maju ekonomi lokal, Efisien dan inovatif, Lestari, Ekonomi digital, Sinergi multi pihak, Adaptif dan Transparan,” ujar Rudi O’ang Ramdani, Kamis (5/2/2026). Selain pembenahan internal, Rudi menekankan pentingnya kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, mulai dari UMKM, koperasi, hingga sektor swasta. Menurutnya, Perumda AU harus mampu berperan sebagai penggerak utama ekonomi lokal yang mendorong potensi daerah agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Salah satu fokus utama dalam strategi yang ditawarkannya adalah rencana peninjauan ulang pengelolaan objek wisata Waduk Darma. Ia mendorong adanya koordinasi intensif antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan renegosiasi kerja sama pengelolaan aset tersebut.
Optimalisasi Waduk Darma, lanjut Rudi, tidak hanya diarahkan pada peningkatan keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan aspek non-finansial seperti pelestarian lingkungan serta pengembangan budaya lokal. Langkah ini, menurutnya, selaras dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2019.
Dalam pemaparannya, Rudi juga menetapkan target kinerja bertahap selama lima tahun masa jabatan. Pada tahun pertama, fokus diarahkan pada penyehatan manajemen dengan target kontribusi PAD sebesar 5–10 persen dari unit usaha yang telah berjalan. Tahun kedua dan ketiga diarahkan pada pengembangan usaha baru berbasis potensi unggulan daerah dengan target kontribusi PAD sebesar 10–15 persen. Selanjutnya, pada tahun keempat dan kelima, Perumda AU ditargetkan memasuki fase penguatan usaha secara menyeluruh guna menjamin kontribusi PAD yang berkelanjutan.
“Secara keseluruhan, strategi pengembangan usaha tersebut akan bertumpu pada tiga hal mendasar. Meliputi, optimalisasi unit eksisting, pembukaan usaha baru yang terukur berdasarkan analisis pasar serta pembangunan kolaborasi multi pihak yang solid,” katanya.(Ya)



