Ayumajakuning

Musbangkel Harjamukti, Cegah Pendirian Bangunan Liar di Bantaran Sungai Warga Harus Ikut Mengawasi

kacenews.id-CIREBON-Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musbangkel) Harjamukti 2026 berfokus pada penanganan banjir, khususnya penertiban bangunan liar.

Musbangkel yang digelar kantor Kelurahan Harjamukti tersebut dihadiri langsung tiga Anggota DPRD Kota Cirebon dari daerah pemilihan Harjamukti, Kecapi dan Larangan.

Yakni, Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon Agung Supirno, Anggota Komisi I Ruri Tri Lesmana dan Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Rizki Putri Mentari.

Menurut Agung, permasalahan utama di Kelurahan Harjamukti yaitu banjir musiman dan maraknya bangunan liar. Karena itu fokus musbangkel ini selaras dengan agenda Komisi I DPRD Kota Cirebon yaitu pendataan bangunan liar oleh para lurah se-Kota Cirebon.

“Rata-rata per kelurahan lebih dari 60 bangunan liar. Karena saluran dan sungai dibangun bangunan sehingga ketika debit air air tinggi maka berakibat banjir,” katanya saat memberikan pemaparan.

Ia mengapresiasi Musbangkel Harjamukti 2026 ini menghadirkan BBWS Cimanuk dan Cisanggarung. Mengingat musyawarah ini membutuhkan beberapa intervensi yang membutuhkan peran dan intervensi dari BBWS. Agung pun mengingatkan kepada masyarakat agar terus membangun sinergitas dengan anggota DPRD dari Dapil Harjamukti 2. Karena anggota DPRD bertanggung jawab untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Diharapkan aspirasi masyarakat kelurahan bisa direalisasikan melalui musbangkel, maupun melalui pokok pikiran anggota DPRD,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ruri Tri Lesmana. Menurutnya, persoalan banjir terjadi salah satunya disebabkan karena sumbatan saluran drainase. Karena itu, masalah banjir tidak bisa hanya ditangani pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat.

“Warga harus mulai gerak, agar juga terlibat untuk mengawasi. Jangan sampai ada pendirian bangunan liar di bantaran sungai,” katanya.(Cimot)

Related Articles

Back to top button