Cegah Gagal Panen, Diskatan Kabupaten Kuningan Kendalikan OPT Serentak
kacenews.id-KUNINGAN-Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menggelar Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) secara serentak di tujuh kecamatan. Langkah ini sebagai upaya mencegah ancaman puso dan menjaga produktivitas padi pada awal musim tanam 2026.
Gerakan pengendalian tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman padi yang kerap terjadi di awal tahun. Kegiatan ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Brigade Proteksi, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), hingga ratusan petani dari berbagai kelompok tani.
Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, memimpin langsung pelaksanaan Gerdal OPT di Desa Salareuma, Kecamatan Cipicung. Di lokasi tersebut, pengendalian difokuskan pada hama tikus di lahan persawahan seluas 10 hektare milik Kelompok Tani Gempol I.
Menurut Wahyu, pengendalian hama tidak dapat dilakukan secara parsial atau hanya mengandalkan satu metode, seperti penggunaan racun semata. Ia menegaskan pentingnya penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang dilakukan secara serempak dan berkelanjutan dalam satu hamparan lahan.
“Pengendalian yang dilakukan secara parsial tidak efektif karena hanya memindahkan populasi hama ke lahan sekitarnya. Oleh karena itu, pengendalian harus dilakukan bersama-sama oleh seluruh petani dalam satu hamparan,” katanya.
Ia menjelaskan, strategi yang diterapkan meliputi berbagai metode pengendalian secara sistematis. Secara mekanis, petani melakukan gropyokan massal, pemasangan perangkap, serta pemusnahan sarang aktif tikus. Dari sisi kultur teknis, petani diarahkan untuk menjaga kebersihan pematang dan menerapkan pola tanam serempak guna memutus siklus hidup hama.
Selain itu, Diskatan Kuningan juga mendorong pengendalian biologis melalui pemanfaatan predator alami, seperti burung hantu, dengan membangun Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai bagian dari penguatan ekosistem pertanian yang ramah lingkungan.
Pelaksanaan Gerdal OPT tidak hanya dilakukan di Kecamatan Cipicung. Kegiatan serupa digelar di sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Kuningan dengan fokus pengendalian yang berbeda-beda. Di Kecamatan Karangkancana, pengendalian penyakit Blas dan Bacterial Leaf Blight (BLB) dilakukan di lahan seluas 30 hektare di Desa Simpayjaya. Sementara di Kecamatan Ciwaru, pengendalian dilakukan di lahan seluas 20 hektare di Desa Sagaranten.
Pengendalian hama Penggerek Batang Padi juga digencarkan di Kecamatan Hantara seluas 7 hektare, Kecamatan Luragung seluas 15 hektare, Kecamatan Cibingbin seluas 15 hektare, serta Kecamatan Cibeureum seluas 20 hektare.
“Pelaksanaan gerakan secara serentak ini diyakini memberikan dampak signifikan dalam menekan laju perkembangan organisme pengganggu tanaman sebelum mencapai ambang batas kerusakan ekonomi. Melalui koordinasi yang solid antara pemerintah, petugas teknis dan masyarakat tani, Diskatan Kuningan optimistis produktivitas pertanian akan tetap terjaga,” katanya.(Ya)



