Pendidikan

Lulusan Poltekes KMC Kuningan Jadi Garda Terdepan SDM

kacenews.id-KUNINGAN-Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar menegaskan, peran tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam memuliakan manusia dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), seiring tanggung jawab lulusan Politeknik Kesehatan KMC Kuningan dalam mengemban amanah kemanusiaan.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Dian saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda dan Sumpah Profesi ke-I Mahasiswa Program Studi Gizi dan Fisioterapi Jenjang Diploma III Politeknik Kesehatan KMC, yang digelar di sebuah hotel di Jalan Siliwangi, Kuningan, Rabu (21/1/2026).
“Wisuda bukan sekadar penanda kelulusan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar. Ilmu yang diperoleh para lulusan merupakan amanah yang harus ditunaikan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ini bukan hanya lulus atau tidak lulus, akan tetapi lahirnya tanggung jawab baru, karena ilmu itu bukan milik pribadi, melainkan amanah sosial yang harus diamalkan,” ujar H. Dian.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari kemajuan infrastruktur atau capaian angka statistik, melainkan dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu memuliakan manusia. Dalam konteks itu, profesi ahli gizi dan fisioterapis dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Ahli gizi berperan membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat melalui edukasi serta intervensi gizi seimbang. Sementara itu, fisioterapis berkontribusi memulihkan fungsi tubuh, mengembalikan harapan, dan meningkatkan produktivitas masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik.
“Ananda semua adalah penjaga keseimbangan kehidupan manusia. Ketika seseorang kembali pulih dan berfungsi, di situlah harkat dan martabat manusia ditegakkan,” tutur bupati.
Direktur Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, H.E. Sulaeman, menyampaikan pelaksanaan wisuda perdana tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi yang dipimpinnya. Pada kesempatan itu, Poltekes KMC meluluskan 14 alumni, dan seluruhnya telah terserap di dunia kerja.
“Alhamdulillah, banyak permohonan pada kami agar lulusan Poltekes KMC Kuningan diminta untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja. Kami meluluskan dua ahli gizi, karena ketat untuk menjaga kualitas, semuanya bukan dua tapi yang baru bisa diluluskan jurus gizi baru dua karena kami tetap menjaga kualitas. Jangan sampai terjadi alumni kami tidak berkualitas, lebih baik sedikit tapi kualitasnya terjaga daripada banyak meluluskan kualitasnya tidak terjaga. Alhamdulillah dari 14 lulusan 100 persen terserap di dunia kerja dalam waktu 1 bulan,” tutur Sulaeman bangga.
Ia juga mengungkapkan, untuk Program Studi Gizi, baru dua lulusan yang dihasilkan, sementara kebutuhan tenaga ahli gizi dari Mitra Gizi Bersama (MGB) mencapai 27 orang. Selain itu, permintaan lulusan Poltekes KMC datang dari berbagai daerah, mulai dari Kuningan, Cirebon, Indramayu, Majalengka, hingga kabupaten lainnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Insan Mandiri (YWIM) Kuningan, H. Momon Rochmana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar atas dukungan Pemerintah Daerah, termasuk fasilitasi pemanfaatan aset daerah untuk pengembangan kampus Poltekes KMC.
Ia juga berpesan kepada para lulusan agar terus belajar dan mengembangkan diri, menjunjung tinggi soft skill seperti kejujuran, disiplin, dan kecintaan terhadap profesi, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Acara wisuda tersebut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Dudy Pamuji, unsur Forkopimda, pimpinan dan civitas akademika Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, serta para orang tua wisudawan dan wisudawati. Pada kesempatan itu, juga disampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para orang tua yang telah berperan besar melalui doa, pengorbanan, dan kesabaran dalam mendukung keberhasilan putra-putrinya hingga meraih kelulusan.(Sul)

Related Articles

Back to top button