Peringatan Isro Miraj di Masjid Agung Syiarul Islam Kuningan, Spirit Keteguhan di Tengah Ujian
kacenews.id-KUNINGAN-Buah perjalanan Isro Miraj adalah untuk menuaikan ibadah shalat sehingga menjadi tiang agama dan merupakan sumber energi spiritual bagi umat Islam. Salat bukan semata rutinitas, melainkan mi’rajnya orang beriman sebagai sarana dialog langsung antara hamba dan kholiqnya.
“Ibadah shalat sebagai penguat jiwa dan menghadapi tantangan kehidupan. Selain itu, penuntun akhlak karena dapat mencegah perbuatan keji dan munkar,” demikian diungkapkan Wakil Bupati Hj Tuti Andriani, dalam acara peringatan Isro Miraj di Masjid Agung Syiarul Islam Kuningan, Rabu (14/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, hadir Sekda U Kusmana, Kepala Kantor Kemenag, H Ahmad Handiman Romdony, Kepala Kementerian Haji Kab. Kuningan, H Ahmad Fauzi, Ketua TP PKK, Hj Ela Helayati, dan Ketua MUI, KH Dodo Syarif Hidayatullah. Selain itu, Kabag Kesra Setda Kuningan, Emup Muplihudin, unsur Forkopimda, Camat Kuningan, Deni Hamdani, Ketua DKM Syiarul Islam, HR Yayan Sofyan, penceramah almukarom KH Mahbub, salah seorang dosen UIN Siber Syeh Nurjati Cirebon, Ketua DKM At-Taufik, serta undangan lainnya.
Wabup Tuti menambahkan, bagi masyarakat Kuningan, shalat adalah fondasi spiritual untuk membangun kehidupan yang religius, damai, dan bermartabat. Perjalanan Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad Saw yang secara waktu sangat singkat, namun mengandung makna melampaui batas ruang dan zaman.
Dalam satu malam, Rasulullah Saw menempuh perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Isra), lalu naik menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini mengajarkan bahwa dalam ibadah, ukuran bukanlah lamanya waktu, tetapi kedalaman makna dan keikhlasan.
Sementara, Kepala Bagian Kesra Setda Kuningan, Emup Muplihudin, mengungkapkan, peringatan isro miraj ini dilaksanakan pada program kerja Bagian Kesejahteraan Rakyat yang salah satu fokusnya adalah pembinaan mental spirtual bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga merupakan agenda kegiatan keagamaan Pemerintah Daerah Kab. Kuningan tahun 2026 yang senantiasa menempatkan nilai-nilai religius sebagaoi pilar pembangunan daerah selaras dengan visi agamis.
‘Adapun tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah Swt melalui pemahaman makna Isro Miraj. Selain itu, upaya menumbuhkan semangat beribadah, khususnya dalam menegakkan shalat sebagai tiang agama. Termasuk memperkuat nilai-nilai spiritualitas, spirit keteguhan di tengah ujian, moral dan etika dalam kehidupan aparatur pemeritah maupun masyarakat Kab. Kuningan,” ujar Muplihudin.
Sementara, KH Mahbub, inti ceramahnya menegaskan, sehebat apapun ilmu yang kita miliki, harta dan jabatan diperoleh, namun jika tidak melaksanakan ibadah shalat, maka akan sia-sia. Oleh sebab sebab itu, shalat itu sebagai wadah seluruh amal yang dapat membawa keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalam sebuah keterangan, lebih awal yang akan diperiksi adalah nilai ibadah shalat. Apabila shalatnya baik, maka seluruh amalnya terbawa baik dan akan diterima Allah Swt.(Sul)

