Ayumajakuning

Pemda Kuningan Pastikan Stok Pangan Nataru Aman

kacenews.id-KUNINGAN-Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan memastikan ketersediaan pangan daerah menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 dalam kondisi aman. Pemda menegaskan pasokan kebutuhan pokok mencukupi dan harga relatif stabil, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan.
Kepastian tersebut didukung data panel harga harian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan yang menunjukkan pergerakan harga masih terkendali. Komoditas beras premium berada di kisaran Rp 14.000 – Rp 14.500 per kilogram, beras medium Rp 13.000 – Rp 13.500 per kilogram, serta beras SPHP Rp 12.000 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai yang kerap memicu lonjakan inflasi juga terpantau stabil. Cabai merah besar dan cabai merah keriting dijual pada kisaran Rp 55.000 – Rp 60.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah berada di rentang Rp 80.000 – Rp 85.000 per kilogram. Adapun harga tomat tercatat Rp 10.000 per kilogram.
Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menyampaikan stabilnya harga pangan merupakan hasil penguatan produksi di sektor hulu, khususnya hortikultura. Ia menyebut peningkatan luas tanam di sejumlah sentra pertanian berkontribusi besar terhadap terjaganya keseimbangan pasokan dan permintaan.
“Kami mencatat kenaikan signifikan pada produksi cabai rawit yang mencapai 995 ton dan lonjakan produksi tomat dari 518 ton menjadi 795 ton. Hal itu mencerminkan kerja keras para petani lokal yang didukung oleh perluasan lahan produktif,” ujar Wahyu Hidayah.
Selain peningkatan produksi, keberlanjutan pasokan pangan juga diperkuat melalui program Taman Masagi (Tanam di Halaman Mitra Sinergi Jaga Inflasi). Program ini mendorong partisipasi masyarakat dan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam cabai dan sayuran, sehingga dapat mengurangi tekanan permintaan di pasar tradisional.
Meski sebagian besar komoditas berada dalam kondisi surplus, Pemda Kuningan tetap memantau sejumlah sektor yang terdampak faktor cuaca. Fenomena kemarau basah sepanjang 2025 disebut memengaruhi beberapa jenis tanaman, terutama bawang yang sensitif terhadap kelembapan tinggi.
“Ada koreksi produksi pada bawang merah dan bawang daun akibat tingginya curah hujan yang memicu serangan hama. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena surplus komoditas sayuran lainnya mampu memberikan keseimbangan pada ekosistem pasar kita,” ucapnya.
Dengan kondisi tersebut, Pemda Kabupaten Kuningan memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi kebutuhan pangan masyarakat hingga awal tahun 2026.(Ya)

Related Articles

Back to top button