Ketika Babinsa Turun ke Lumpur Sawah Bersama Petani
PAGI itu, lumpur sawah di RW 11 Petireman Kelurahan Pegambiran Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, bukan hanya menjadi saksi tumbuhnya benih padi. Di sana, kebersamaan dan harapan ikut ditanam. Di antara para petani yang membungkuk menata bibit, tampak seragam loreng Babinsa yang ikut basah, menyatu dengan kerja keras warga demi satu tujuan yakni ketahanan pangan.
Babinsa Kelurahan Pegambiran, Sertu Yanto, bersama Babinsa Kelurahan Kasepuhan, Serka Tuhardi, terjun langsung ke sawah mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Sirandu Jaya dalam proses tanam padi musim tanam ketiga (MT III), Rabu (17/12/2025). Pendampingan ini dilakukan di lahan seluas 8,1 hektare milik Hj Nakila, salah satu petani perempuan yang setia mengolah sawahnya meski tantangan cuaca kian tak menentu.
Varietas Inpari 49 yang ditanam hari itu menjadi simbol harapan. Di setiap rumpun bibit, tersimpan doa agar panen nanti lebih baik dan mampu menopang kebutuhan pangan keluarga serta masyarakat sekitar. Kehadiran Babinsa di tengah sawah bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menjadi penyemangat bagi para petani yang setiap musim harus berjuang melawan cuaca, hama, dan keterbatasan biaya.
“Kami ingin petani merasa tidak sendiri. Pendampingan ini adalah bentuk kepedulian TNI agar petani tetap semangat dan hasil panen bisa meningkat,” ujar Sertu Yanto di sela-sela kegiatan, sambil membersihkan lumpur di tangannya.
Ia berharap, kerja bersama antara Babinsa, kelompok tani, dan instansi terkait dapat terus terjalin, sehingga pertanian di wilayah Pegambiran semakin produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya soal angka produksi, tetapi juga tentang menjaga semangat para petani agar terus bertahan.
Hal senada disampaikan Serka Tuhardi. Ia menilai pendampingan ini juga menjadi ruang berbagi semangat, terutama di tengah perubahan cuaca yang kerap membuat petani waswas.
“Kami ingin memberi motivasi agar petani tetap optimistis. Selama kita gotong royong, tantangan apa pun bisa dihadapi,” tuturnya.
Di atas lahan yang basah dan berlumpur itu, sinergi antara Babinsa dan petani perlahan tumbuh. Harapannya sederhana, namun bermakna: padi tumbuh subur, panen melimpah, dan kesejahteraan petani semakin nyata. Dari sawah kecil di Pegambiran, ketahanan pangan nasional pun ikut dikuatkan.(Jak)





