Warga Kertajati Kumandangkan Azan, Angin Puting Beliung Disertai Hujan Es Rusak Belasan Rumah di Majalengka
SEBANYAK 15 rumah warga rusak akibat angin kencang di Desa Sukakerta, Kertajati. Kerusakan terjadi pada atap dan dinding, terutama rumah berbahan triplek dan kalsiboard. Peristiwa terjadi pukul 16.30 WIB, disertai hujan deras dan angin berputar. Hujan es sebesar kelereng turut turun, menambah kepanikan warga.
kacenews.id-MAJALENGKA-Sebanyak 15 rumah warga di Desa Sukakerta, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, mengalami kerusakan akibat angin kencang disertai hujan deras yang terjadi pada Selasa (16/12/2025) sore.
Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap dan dinding rumah yang berbahan ringan seperti triplek dan kalsiboard.
Berdasarkan keterangan warga, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan deras turun secara tiba-tiba disertai angin berputar yang menyapu sejumlah permukiman warga.
Kencangnya angin menyebabkan genteng dan seng beterbangan, bahkan beberapa dinding rumah jebol.
Salah seorang warga, Rosadi, mengatakan atap dapur rumahnya hancur akibat terjangan angin. Saat kejadian, warga diliputi kepanikan karena cuaca ekstrem datang mendadak dan disertai hujan es.
“Awalnya langit gelap, lalu hujan turun deras disertai angin kencang. Warga langsung menyelamatkan diri, ada yang berdoa dan ada pula yang mengumandangkan azan,” ujar Rosadi.
Warga lainnya, Rasman, mengaku sedang berada di sawah saat hujan dan angin kencang terjadi. Ia baru mengetahui rumahnya rusak setelah mendapat kabar dari tetangga, sehingga langsung pulang ke rumah.
Kaur Umum Desa Sukakerta, Candra, membenarkan terdapat 15 rumah yang rusak akibat angin puting beliung. Seluruh kerusakan berada di Blok Kliwon RT 02/04, sementara wilayah lainnya hanya mengalami pohon tumbang.
“Kerusakan hampir seluruhnya pada bagian atap dan dinding, terutama rumah yang menggunakan bahan triplek. Setiap hujan deras disertai angin kencang, wilayah ini memang rawan,” kata Candra.
Selain angin kencang, warga juga dikejutkan dengan turunnya hujan es sebesar kelereng yang jatuh di sekitar rumah. Peristiwa tersebut menambah kepanikan warga karena terjadi bersamaan dengan angin puting beliung.
Pasca kejadian, warga bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak. Perbaikan dilakukan sejak pagi hari agar rumah kembali dapat ditempati dengan aman.(Ta)





