Momentum Halalbihalal, PGRI Cabang Pabedilan Pererat Tali Solidaritas
kacenews.id-CIREBON-PGRI Cabang Pabedilan menggelar kegiatan halalbihalal di SMP Negeri 1 Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Sucikan Hati dengan Maaf, Kokohkan Kebersamaan dalam Bingkai Keluarga Besar PGRI.”
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon bersama jajaran pengurus PGRI Kabupaten Cirebon. Hadir pula unsur Forkopimcam Pabedilan, serta para kepala sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA se-Kecamatan Pabedilan.
Kehadiran para guru yang tergabung dalam anggota PGRI Cabang Pabedilan turut memadati lokasi acara untuk mempererat tali silaturahmi. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan mubaligh KH. Ahmad Kosasih yang memberikan tausiyah seputar haji dan umrah.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, dimulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan, tausiyah, hingga ditutup dengan saling berjabat tangan sebagai simbol saling memaafkan.
Ketua panitia, Selamet, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan halalbihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah, silaturahmi, dan sinergi antar guru di bawah naungan PGRI Cabang Pabedilan.
“Di momen suci bulan Syawal ini, kami atas nama panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Pabedilan, Wahyudi, menyampaikan bahwa PGRI merupakan rumah besar perjuangan para guru yang mengedepankan kekompakan dan solidaritas. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga marwah organisasi serta meningkatkan profesionalisme.
“Halalbihalal ini menjadi momentum untuk membersihkan hati, meningkatkan solidaritas, dan menjaga peran guru sebagai teladan di masyarakat. PGRI harus terus menjadi organisasi yang transformatif, mandiri, dan bermartabat,” ungkapnya.
Camat Pabedilan, Masrukhin, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut halalbihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang penuh makna, terutama dalam mempererat tali persaudaraan pasca-Idulfitri.
“Guru adalah profesi mulia karena ilmunya bermanfaat dan pahalanya terus mengalir. Niatkan mengajar sebagai ibadah, karena melalui pendidikan kita bersama-sama mencerdaskan generasi bangsa,” tuturnya.
Dalam sesi wawancara, Wahyudi mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan sejak satu bulan sebelumnya, bahkan direncanakan sebelum bulan Ramadan. Meski terdapat berbagai kendala, hal tersebut tidak mengurangi semangat panitia hingga acara dapat berjalan lancar.
Wahyudi juga mencatat tingginya antusiasme para tamu yang hadir, dengan tingkat kehadiran mencapai 80 hingga 90 persen. “Ini menjadi bukti bahwa kegiatan halalbihalal sangat dinantikan dan menjadi agenda tahunan yang penting bagi kami,” katanya.
Menutup keterangannya, Wahyudi berpesan kepada para guru untuk terus semangat dalam menjalankan tugas dan menjadi teladan di lingkungan masyarakat. Ia memastikan bahwa kegiatan halalbihalal akan terus dilaksanakan setiap tahun dengan berbagai perbaikan.
“Insyaallah kegiatan ini akan terus kita laksanakan sebagai tradisi untuk menjaga silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di antara keluarga besar PGRI,” pungkasnya.(Hijar)





