Ekonomi & Bisnis

Perajin Tahu di Majalengka Tertekan Imbas Perang Timur Tengah Harga Kedelai Impor Naik

kacenews.id-MAJALENGKA–Kenaikan harga kedelai impor mulai menekan pelaku usaha kecil di daerah, termasuk perajin tahu di Kabupaten Majalengka, seiring dampak gejolak geopolitik di Timur Tengah terhadap pasokan bahan baku.
Ketergantungan pada kedelai impor membuat pelaku UMKM tidak memiliki banyak alternatif. Saat harga bahan baku naik, biaya produksi ikut terdorong, sementara harga jual di tingkat konsumen belum dapat disesuaikan.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi keberlangsungan usaha, tetapi juga berpotensi berdampak pada rantai pasok pangan, termasuk ketersediaan produk olahan kedelai untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah seorang penjual tahu di wilayah Cisambeng, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Mustapid, mengatakan kenaikan harga kedelai sudah dirasakan dalam beberapa pekan terakhir.
Ia menyebut, berdasarkan informasi dari perajin, harga kedelai yang sebelumnya sekitar Rp 10.000 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp 10.400 per kilogram.
“Kalau melihat situasi di Timur Tengah yang makin memanas, bukan tidak mungkin harga kedelai akan terus naik. Ini jelas menghambat kami sebagai pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku kedelai,” ujarnya.
Meski menghadapi tekanan biaya, para perajin masih berupaya menjaga produksi agar pasokan tetap tersedia di pasar. Namun, kondisi tersebut berdampak pada penurunan margin keuntungan.
Mustapid mengaku hingga saat ini belum menaikkan harga jual maupun mengubah ukuran produk. Ia memilih mempertahankan harga untuk pedagang keliling dan warung guna menjaga hubungan dengan pelanggan.
“Untuk saat ini harga jual masih sama. Kami juga belum mengecilkan ukuran. Tapi keuntungan jelas berkurang. Kami harus diskusi dulu dengan pelanggan sebelum ambil keputusan,” katanya.
Situasi ini membuat pelaku usaha berada dalam posisi sulit. Penyesuaian harga berisiko menurunkan daya beli masyarakat, sementara mempertahankan harga berpotensi memperbesar tekanan biaya.
Pelaku UMKM berharap ada langkah dari pemerintah untuk membantu menstabilkan harga kedelai impor. Tanpa upaya tersebut, mereka khawatir produksi tahu lokal akan terganggu dan berdampak pada ketersediaan pangan di masyarakat.(Jep)

Related Articles

Back to top button