Ayumajakuning

Delapan Dapur MBG di Kuningan Aktif Lagi

kacenews.id-CIREBON-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan mengalami penataan ulang setelah evaluasi menyeluruh oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dampaknya dilakukan penghentian sementara operasional belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah tersebut diambil menyusul ditemukannya sejumlah fasilitas dapur MBG yang belum memenuhi standar kelayakan operasional di berbagai kecamatan.
Sejumlah dapur SPPG yang sebelumnya dihentikan sementara kini telah diizinkan kembali beroperasi. Per Maret 2026, delapan unit yang kembali aktif yakni SPPG Cigandamekar Sangkanurip 2, SPPG Ciawigebang Geresik 2, SPPG Cidahu Cieurih, SPPG Cimahi Margamukti, SPPG Ciniru Ciniru, SPPG Ciniru Ciniru 2, SPPG Japara Dukuhdalem 1, dan SPPG Japara Japara.
Sementara itu, delapan dapur lainnya masih belum diperbolehkan beroperasi karena belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Di antaranya SPPG Hantara Citapen, SPPG Cigandamekar Sangkanurip, SPPG Cipicung Cipicung, SPPG Ciawigebang Dukuhdalem, SPPG Garawangi Lengkong, SPPG Lebakwangi Pagundan, SPPG Kuningan Winduhaji, serta SPPG Lebakwangi Mekarwangi 2.
“Setelah melalui proses validasi ketat, kini 8 SPPG yang sebelum suspen sudah bisa beroperasi kembali untuk melayani para siswa di semua jenjang sekolah dan ibu hamil serta ibu menyusui. Dan kami pun menyambut baik tetapi ditekankan agar menyajikan menu yang bergizi karena kualitas tidak bisa ditawar-tawar,” ujar Ketua Satgas MBG Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, ada tiga syarat utama yang wajib dipenuhi agar status penghentian sementara dapat dicabut. Ketentuan tersebut meliputi kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta penyediaan mess bagi petugas.
Menurutnya, pemenuhan persyaratan tersebut penting untuk memastikan keamanan pangan sekaligus menjaga standar profesional dalam pengelolaan layanan gizi.
Pemerintah daerah mendorong seluruh pengelola SPPG yang masih belum beroperasi agar segera melengkapi persyaratan sehingga layanan MBG dapat kembali berjalan merata di seluruh wilayah Kuningan.
Selain itu, pengelola yang telah aktif diminta menjaga konsistensi kualitas menu dan kebersihan fasilitas. Hal ini dinilai penting karena makanan yang disajikan ditujukan bagi pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
“Hal ini penting agar tujuan utama program peningkatan kesehatan masyarakat melalui MBG dapat tercapai secara optimal di seluruh wilayah Kuningan,” ujar Sekretaris Daerah Kuningan ini.(Ya)

Related Articles

Back to top button