Oknum Dokter Jaga IGD RS UMC Diduga Telantarkan Pasien, Ini Penjelasan dari Manjemen

kacenews.id-CIREBON- Institusi kedokteran tercoreng dengan ulah oknum dokter jaga IGD yang diduga menelantarkan pasien saat di RS UMC Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon.
Peristiwa yang terjadi Selasa (1/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, dugaan pelentaraan pasien menimpa warga Desa Cipeujeuh Kulon Kacamatan Lemahabang saat berada di rumah sakit tersebut.
Menurut keluarga pasien, Hj. Yuyun Sriwahyuni, saat tiba di rumah sakit tersebut terkesan acuh sehingga dengan inisiatip sendiri mendatangi dokter jaga dan baru dilayani.
“Jujur saja, sebagai anak dari pasein H Wasra sangat kecewa dengan pelayanan di rumah sakit tersebut,” katanya, Rabu (2/4/2026).
Anak dari pasien H Wasra ini menceritakan, saat bertemu dokter jaga IGD dan menyarankan agar pasiek di rawat inap, maka pihak keluarga bersedia.
Namun, lagi-lagi berjalan lambat dan seakan ditelantarkan. Bahkan dalam kondisi pasien yang ‘gawat’, pihak rumah sakit hanya meminta keluarga menunggu ketersediaan kamar tanpa memberikan tindakan medis awal kepada pasien.
“Saya tidak mempermasalahkan kamar penuh, tapi seharusnya pasien ditangani dulu, misalnya dipasang infus atau diberikan obat untuk mengurangi rasa sakit. Tapi selama itu tidak ada tindakan, hanya diminta menunggu saja,” ceritanya.
Masih dikatakan Yuyun, kondisi tersebut berlangsung cukup lama, yakni sejak sekitar pukul 18.00 WIB hingga mendekati waktu Isya. Namun hingga lebih dari sekitar satu jam menunggu, belum ada penanganan lanjutan yang diberikan.
“Karena kesal dan secara spontan, sempat meluapkan kekecewaannya kepada dokter yang bertugas dan menilai, tenaga medis tidak mengutamakan keselamatan pasien. Kemudian merujuk bapa saya ke rumah sakit Gunungjati,” tuturnya.
Dirinya mengharapkan, pihak rumah sakit dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja tenaga medis, khususnya dokter yang bertugas saat itu.
“Harapan saya ke depan, pelayanan harus diperbaiki. Jangan sampai merugikan pasien, apalagi ini menyangkut nyawa,” pintanya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Cipeujeuh Kulon, Yoyo Sudharyo mengaku, tidak sedikit warga yang mengeluhkan pelayanan kurang baik di RS UMC Astanajapura.
“Semoga dengan adanya kejadian, dijadikan evaluasi pihak rumah sakit supaya lebih baik dalam pelayanan pasien dan keluarganya,” harap pria yang biasa dipanggil Ayo ini.
Saat dikonfirmasi, Humas RS UMC Astanajapura Kabupaten Cirebon, Toha membantah adanya dugaan menelentarkan pasien.
“Kami lakukan seuai SOP, seperti pemeriksaan awal ketika pasein datang dan informasi dari dokter yang memeriksa, kondisi pasien, gawat tapi tidak darurat, sehingga dilakukan penanganan pasien lain yang tergolong gawat dan darurat,” ungkapnya.
Toha memaparkan, ada beberapa kategori pasein yang masuk ke ruang IGD, seperti, gawat tidak darurat dan gawat darurat. Artinya, ketika ada pasein yang gawat darurat, disegerakan penanganan. Namun tetap menangani pasein yang lain.
“Saat kejadian, ada sekitar enam pasien yang masuk IGD dan dokter yang memeriksa, telah melakukan SOP pelayanan medis,” paparnya.
Toha menambahkan, ketika pasein akan dirawat inap, pihak rumah sakit mempersiapkan ruangan. Karena pada waktu itu, ruangan penuh maka dilakukan pergeseran tempat tidur pasein.
“Waktu yang diperlukan tidak terlalu lama untuk menyiapkan ruang rawat inap. Tapi sepertinya keluarga pasien kurang sabar, maka dirujuk ke rumah sakit lain,” tuturnya.
Dirinya mengaku sudah melakukan rapat bersama manajemen untuk lakukan perbaikan dalam pelayanan.
“Hanya miskominkasi saja antara dokter dan keluarga pasien dan kami mohon maaf atas pelayanan yang kurang berkenan, sekaligus menjadi evaluasi kami untuk menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Supra)





