Ekonomi & Bisnis

Puluhan Hektare Sawah Terancam Kekeringan, Material Longsor Tutup Sumber Mata Air

kacenews.id-KUNINGAN–Sekitar 50 hingga 60 hektare lahan pertanian di Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan terancam gagal panen setelah sumber mata air yang menjadi andalan irigasi kembali tertutup material longsor.
Peristiwa ini memperparah kondisi pertanian di wilayah kaki Gunung Ciremai tersebut. Jika tidak segera ditangani, pasokan air ke areal persawahan dikhawatirkan terhenti dan memicu kekeringan dalam waktu dekat.
Kepala Desa Sukamukti, Nana Mulyana, mengungkapkan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Pada tahun sebelumnya, longsor juga menimpa titik yang sama, namun belum ada penanganan konkret dari pemerintah daerah.
“Tahun lalu saja hasilnya nihil. Maka, kalau membuat laporan itu percuma karena tidak ada realisasi tapi jika tidak melapor nanti pihak desa yang dipersalahkan. Musibah tahun 2025, kami terpaksa menguras anggaran hingga Rp 30 juta untuk melakukan pemulihan mandiri dengan bergotong-royong demi menyelamatkan sawah warga,” tuturnya, baru-baru ini.
Ia menyebutkan, lokasi longsor sebelumnya telah ditinjau tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Kuningan. Namun, hasil survei tersebut belum berlanjut pada langkah penanganan di lapangan.
Menghadapi kondisi awal tahun 2026 ini, pemerintah desa baru sebatas melaporkan kejadian kepada Camat Jalaksana. Selanjutnya, koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait masih menunggu proses birokrasi.
Sambil menunggu kepastian bantuan, warga bersama pemerintah desa mulai melakukan penanganan darurat secara swadaya. Upaya tersebut meliputi pemasangan pipa berukuran besar untuk mengalirkan air dari sumber alternatif, pengerukan material longsor, serta pemanfaatan batu dan pasir dari Sungai Cilengkrang.
Selain itu, desa juga berencana melibatkan tenaga tukang untuk mempercepat proses perbaikan, mengingat keterbatasan tenaga kerja dalam kegiatan gotong royong.
“Kami hanya berharap pada Pak Kepala Diskatan Kuningan yang kerap menyuarakan pembelaan terhadap kaum tani. Semoga saja, benar-benar peduli sehingga mau ikut membantu penanganan longsor saluran irigasi pertanian di desa kami,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menyatakan pihaknya akan berupaya memberikan dukungan sesuai kewenangan.
“Meski urusan bencana bukan wilayah Diskatan tapi dampaknya ke pertanian sehingga saya akan menugaskan bidang untuk meninjau ke lokasi, mengambil gambar dan membuat ajuan ke Kementerian Pertanian RI karena tahun ini, ada menu program perbaikan mata air,” ucapnya.
Ia juga menambahkan, sebagai langkah sementara, desa dapat mengajukan peminjaman pompa air dari Diskatan. Peralatan tersebut tersedia dalam berbagai ukuran dan bisa digunakan hingga enam bulan, dengan kemungkinan perpanjangan selama proses pengajuan bantuan ke pemerintah pusat berlangsung.(Ya)

Related Articles

Back to top button