Ragam

Pendopo Eks Kewedanaan Kadugede Akan Jadi Balai Budaya

kacenews.id-KUNINGAN-Pemerintah Kabupaten Kuningan berencana merevitalisasi gedung eks Kewedanaan Kadugede yang selama ini terbengkalai untuk difungsikan sebagai balai budaya.
Bangunan bersejarah peninggalan era kolonial Belanda itu kini dalam kondisi memprihatinkan. Sejumlah bagian terlihat rusak dan tidak terawat, meski dulunya sempat menjadi pusat kegiatan seni dan budaya masyarakat setempat.
Pendopo tersebut pernah dimanfaatkan sebagai ruang pertunjukan seni tradisional sekaligus rumah dinas Camat Kadugede. Pada masa lalu, setiap peringatan hari besar nasional, lokasi ini menjadi tempat berkumpulnya para seniman untuk menampilkan berbagai kreasi budaya yang menarik perhatian masyarakat.
Namun seiring waktu, bangunan tersebut tidak lagi difungsikan dan minim perawatan, sehingga kondisinya terus mengalami penurunan.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Bupati Kuningan, H. Dian Rachma Yanuar bersama Wakil Bupati, Hj. Tuti Andriani, Sekda U Kusmana, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah meninjau langsung lokasi tersebut. Kunjungan itu bertepatan dengan kegiatan Gerakan Jumat Bersepeda di Alun-alun Desa Kadugede, Jumat (27/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk menghidupkan kembali fungsi gedung sebagai ruang publik berbasis budaya.
“Dalam hal ini, Pemerintah Daerah merencanakan merevitalisasi gedung tersebut menjadi Balai Budaya, sebagai pusat aktivitas seni, budaya, dan ruang ekspresi bagi para budayawan. Kuningan saat ini masih kekurangan ruang representatif untuk pagelaran seni dan budaya. Gedung ini sangat potensial, akan kita tata tanpa menghilangkan nilai sejarahnya, sehingga menjadi pusat kebudayaan yang hidup,” ungkap H. Dian.
Revitalisasi direncanakan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan keaslian bangunan sebagai bagian dari warisan sejarah. Selain itu, penataan kawasan sekitar juga akan dilakukan untuk mendukung kenyamanan dan aktivitas masyarakat.
Program ini akan diintegrasikan dengan penataan Alun-Alun Desa Kadugede melalui konsep Nata Daya, yang mencakup pengelolaan pedagang, peningkatan estetika kawasan, serta penyediaan fasilitas pendukung bagi pengunjung.
Bupati juga menilai wilayah Kadugede memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata budaya karena letaknya yang strategis dan didukung lingkungan alam yang sejuk serta kedekatan dengan sejumlah destinasi wisata.
“Kadugede ini prospektif yang dihiasai Gunung Mayana dimana loakisi sekitar sedang ditata, berdekatan ke Waduk Darma, Curug Bangkong, hingga kawasan Darmaloka. Kalau ini terintegrasi, wisatawan punya banyak pilihan dan tidak cukup hanya satu hari di Kuningan,” jelasnya.
Kepala Desa Kadugede, Maman Abdurohman, menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Ia berharap revitalisasi dapat mendorong kawasan Kadugede menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata edukatif.
“Selain bernilai sejarah, Desa Kadugede banyak memiliki kekayaan budaya yang masih lestari. Di antaranya kesenian Goong Renteng berpusat di Kampung Cibogo, tradisi Sedekah Kampung, Seni Reog, calung, Sandiwara walau para pemain terdahulu sudah tiada. Termasuk Seni Beladiri pencak Silat, rudat, dan sanggar tari yang berkembang di masyarakat. Bahkan pada 2014 lalu, kawasan tersebut pernah menjadi pusat kegiatan budaya saat menjadi tuan rumah lomba genjring tingkat kabupaten,” tutur Kuwu Maman.(Sul)

Back to top button