Ekonomi & Bisnis

1 Jam Kampanye Earth Hour Hemat Beban Listrik

kacenews.id-INDRAMAYU-Aksi pemadaman listrik selama satu jam yang dilakukan Kilang Balongan dalam kampanye Earth Hour 2026 terbukti memberi dampak nyata terhadap lingkungan, setara dengan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Kegiatan yang digelar di kawasan Perumahan Dinas Bumi Patra, Indramayu, pada Sabtu (28/3/2026) itu dilakukan dengan mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak esensial selama periode pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.
Dari hasil pemantauan, dalam satu jam tersebut terjadi penurunan beban listrik sebesar 0,325 MW. Efisiensi energi ini berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca sekitar 0,219 metrik ton CO2eq. Selain itu, aksi tersebut juga setara dengan penghematan konsumsi bahan bakar minyak hingga 118,3 liter.
Langkah sederhana ini disebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Kilang Balongan dalam menekan jejak karbon, tidak hanya di lingkungan perumahan, tetapi juga di area operasional kilang.
Manager HSSE RU VI Balongan, Mochamad Arifin, menegaskan, aspek lingkungan menjadi prioritas utama dalam menjaga keberlanjutan operasional. “Kami memastikan bahwa upaya menekan jejak karbon juga dilakukan langsung di jantung operasi kami,” ujar Arifin.
Ia menjelaskan, salah satu upaya yang dijalankan adalah optimalisasi program Flare Gas to Fuel Gas, yakni pemanfaatan kembali gas buang yang sebelumnya dibakar melalui flare.
Melalui skema tersebut, gas sisa proses ditangkap dan diolah kembali menjadi bahan bakar untuk furnace kilang. Pendekatan ini dinilai mampu menekan emisi secara signifikan sekaligus meningkatkan efisiensi energi internal.
Sementara itu, General Manager RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menyebut keterlibatan pekerja dan keluarga dalam Earth Hour mencerminkan budaya perusahaan yang peduli terhadap isu lingkungan global.
“Partisipasi Perwira Pertamina dalam Earth Hour merupakan komitmen nyata dan kepedulian pekerja beserta keluarga terhadap krisis iklim”, ungkap Yulianto.
Menurutnya, capaian penghematan dalam satu jam tersebut menunjukkan bahwa aksi kolektif dapat memberikan dampak terukur bagi lingkungan. Ia juga menegaskan, upaya keberlanjutan tidak berhenti pada kegiatan simbolik semata.
Selain efisiensi energi di proses produksi, Kilang Balongan juga mengembangkan program berbasis masyarakat melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satunya Taman Kehati Eduwisata Agrimania atau Mangoes Center yang berada di kawasan Bumi Patra. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat konservasi keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi kawasan penyerap karbon. Penanaman ratusan pohon serta penggunaan teknologi penyiraman berbasis tenaga surya memperkuat fungsi ekologis sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Sinergi antara efisiensi operasional, keterlibatan pekerja, dan program lingkungan berbasis masyarakat tersebut menjadi bagian dari kontribusi Kilang Balongan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.(No)

Related Articles

Back to top button