Kecelakaan Laka Tunggal Elf Microbus di Jalan Raya Panjalu-Cikijing, Enam Orang Meninggal Dunia dan Belasan Alami Luka-luka
Kronologis kejadian bermula saat kendaraan Isuzu Elf yang dikemudikan Hasyim Adnan melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing. Saat melintasi jalanan yang menurun dan menikung tajam di Blok Maniis Tonggoh, pengemudi diduga dalam kondisi mengantuk dan kelelahan. Kondisi cuaca di lokasi saat kejadian dilaporkan sedang turun kabut tebal dengan jarak pandang terbatas hanya sekitar 5 meter, serta aspal jalan yang basah.
Akibat pengemudi yang kurang menguasai medan jalan yang ekstrem, kendaraan tersebut hilang kendali dan oleng ke sebelah kanan hingga masuk ke dalam parit. Kendaraan akhirnya terguling dengan posisi roda berada di atas. Dari total 21 penumpang yang berada di dalam mobil tersebut, dilaporkan enam orang meninggal dunia belasan mengalami luka berat.
Identitas korban meninggal dunia adalah saudara Hasyim Adnan (pengemudi), Mohamad Ali Okta, Entang, Desi, Nurmala dan saudari Nanda Nova Nurohman.
Sementara korban luka-luka segera dievakuasi oleh petugas kepolisian bersama warga setempat ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
kacenews.id-MAJALENGKA-Kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa Isuzu Elf Microbus No Pol polisi Z 7012 CN. Peristiwa naas tersebut terjadi di Jalan Raya Panjalu – Cikijing, tepatnya di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, pada Senin malam (23/3/2026) sekitar pukul 23.05 WIB.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, melalui Kasat Lantas AKP Pandu Surya Renata, mengatakan Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kendaraan yang membawa rombongan keluarga dari Karawang tersebut sedang dalam perjalanan pulang setelah berkunjung dari wilayah Ciamis dan Pangandaran.
Kronologis kejadian bermula saat kendaraan Isuzu Elf yang dikemudikan Hasyim Adnan melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing. Saat melintasi jalanan yang menurun dan menikung tajam di Blok Maniis Tonggoh, pengemudi diduga dalam kondisi mengantuk dan kelelahan. Kondisi cuaca di lokasi saat kejadian dilaporkan sedang turun kabut tebal dengan jarak pandang terbatas hanya sekitar 5 meter, serta aspal jalan yang basah.
Akibat pengemudi yang kurang menguasai medan jalan yang ekstrem, kendaraan tersebut hilang kendali dan oleng ke sebelah kanan hingga masuk ke dalam parit. Kendaraan akhirnya terguling dengan posisi roda berada di atas. Dari total 21 penumpang yang berada di dalam mobil tersebut, dilaporkan enam orang meninggal dunia belasan mengalami luka berat.
Identitas korban meninggal dunia adalah saudara Hasyim Adnan (pengemudi), Mohamad Ali Okta, Entang, Desi, Nurmala dan saudari Nanda Nova Nurohman. Dan 13 orang alami luka-luka dan kini ditangani pihak rumah sakit.
Sementara korban luka-luka segera dievakuasi oleh petugas kepolisian bersama warga setempat ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, antara lain satu unit kendaraan Isuzu Elf Microbus, STNK, SIM BI Umum atas nama pengemudi, serta identitas lainnya. Berdasarkan keterangan saksi penumpang, Silvia Azhari, rombongan tersebut sebelumnya telah melakukan perjalanan panjang dari Karawang sejak hari Minggu dan sempat beristirahat di Ciamis sebelum melanjutkan perjalanan malam melalui jalur Jahim yang dikenal memiliki medan cukup berat.
Kapolres Majalengka mengimbau kepada seluruh pengendara, terutama para pemudik dan wisatawan, agar selalu mengutamakan keselamatan. Jika merasa lelah atau mengantuk, sangat disarankan untuk beristirahat di pos-pos pengamanan atau rest area yang tersedia dan tidak memaksakan diri berkendara, terutama saat melintasi jalur yang belum dikuasai medannya atau dalam kondisi cuaca buruk demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Buoati Majalengka Eman Suherman menyampaikan duka citra dan pihaknya akan menganggung biaya pemulasaraan jenazah di RS Majalengka
“Untik biaya perawatan yang mengalami luka, saya sudah berkoordinasi dengan Bupati Karawang, karena ini laka tunggal maka tidak ditanggung pihak Asuransi jasa Raharja, dan hasil komunikasi akan ditangghung oleh Bupati Karawang,” ungkap Eman.(Ta)





