Sering Lakukan Pergaulan Bebas, Puluhan Pemuda Terindikasi Terkena HIV/AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia dengan menghancurkan sel CD4 (sel darah putih). Akibatnya, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit menurun drastis. Jika tidak diobati, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (tahap akhir infeksi).
Penularan
HIV ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, cairan sperma, cairan vag!na, cairan anus dan ASI.
Penularan utama terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, berbagi jarum sunt!k dan dari ibu ke bayi (hamil/menyusui).
Gejala Awal: Seringkali mirip flu (demam, sakit kepala, ruam, nyeri otot) yang muncul 2-4 minggu setelah terinfeksi.
Pengobatan
Meskipun belum ada obat untuk menghilangkan virus sepenuhnya, pengobatan Antiretroviral (ARV) dapat memperlambat perkembangan virus, menjaga sistem imun dan memungkinkan pengidap hidup sehat dan produktif.
Pencegahan
Menggunakan kondom, menghindari berbagi jarum sunt!k dan menggunakan tindakan pencegahan seperti PrEP atau PEP.
HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan atau berbagi alat makan.
kacenews.id-MAJALENGKA-Mencegah terus berkembangnya penderita HIV/AIDS di kalangan usia muda, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Majalengka bekerja sama dengan Kementrian Agama dan Puskesmas melakukan pemetriksaan calon pengantin dan ibu hamil.
KPA juga membuka layanan informasi dan edukasi terkait HIV & AIDS melalui website sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan sosialisasi dan meningkatkan literasi masyarakat tentang HIV & AIDS.
Berdasarkan data KPA, Kabupaten Majalengka menempati peringkat tertinggi kasus AIDS di wilayah Cirebon, Indramayui, Majalengka dan Kuningan (Cayumajakuning)
Menurut keterangan Ketua KPA Kabupaten Majalengka Pramono Swasono, di acara Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Majalengka resmi meluncurkan website “Pojok Lajur Pesat” sebagai inovasi layanan informasi dan edukasi terkait HIV & AIDS.
Website dihadirkan sebagai ruang digital yang menyediakan informasi akurat mengenai pencegahan HIV, layanan pemeriksaan, pendampingan, serta edukasi publik.
Pramono menyebutkan walaupun angka kasus di tahun 2025 alami penurunan, namun penurunannya belum cukup maksimal karenanya upaya pencegahan harus terus dilakukan melalui berbagai caraa. Berdasarkan data yang ada, pada 2024 tercatat ada 211 kasus baru HIV/AIDS ditemukan di Majalengka dan di tahun 2025 hingga September tercatat sebanyak 159 kasus.
Kasus tertinggi terjadi di bulan Juli angkanya mencapai 25 kasus, bulan Juni 24 kasus dan Februari sebanyak 21 kasus. Pada Agustus dan September amsing – masing 17 kasus.
“Tes HIV/AIDS harus semakin sering dilakukan, karena dengan semakin sering kasus akan semakin terungkap, dengan begitu kewaspadaan akan semakin meningkat, dan diharapkan kedepannya kasus semakin sedikit,” kata Pramono.
Menurutnya, kasus didominasi oleh laki-laki usia produktif. Total kumulatif kasus HIV/AIDS di Majalengka periode 2021–2024 mencapai 1.284 kasus dengan faktor risiko tertinggi masih berasal dari perilaku seksual berisiko.
Temuan peningkatan kasus pada tahun 2025 mencatat pada kelompok usia muda, sehingga intervensi pendidikan kesehatan reproduksi menjadi sangat mendesak.
Sekda Majalengka, Aeron Randi menyampaikan apresiasi atas langkah progresif KPA Majalengka yang terus berinovasi dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Ia berharap website ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menekan angka kasus baru serta meningkatkan kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya pencegahan.(Ta)





